Konflik Iran–Israel Dorong Harga Minyak Berpotensi Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2022

Konflik Iran–Israel Dorong Harga Minyak Berpotensi Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2022

Ketegangan militer antara Iran dan Israel yang semakin meningkat mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan ini membuat harga minyak berpeluang mencatat peningkatan mingguan terbesar sejak tahun 2022 karena pasar energi global khawatir terhadap gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Lonjakan harga terjadi setelah konflik bersenjata di wilayah tersebut memicu kekhawatiran bahwa jalur distribusi energi global akan terganggu. Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Jika jalur ini terganggu, pasokan minyak ke pasar global dapat terhambat secara signifikan.

Akibat situasi tersebut, harga minyak mentah jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar energi berspekulasi bahwa konflik yang berkepanjangan dapat menekan pasokan minyak dunia, sehingga harga berpotensi terus naik.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa apabila ketegangan di Timur Tengah tidak segera mereda, harga minyak dapat menembus level yang lebih tinggi. Selain memengaruhi sektor energi, kenaikan harga minyak juga dapat berdampak pada perekonomian global, seperti meningkatnya inflasi, naiknya biaya transportasi, serta tekanan pada pasar keuangan internasional.

Di sisi lain, para pelaku pasar masih memantau perkembangan situasi geopolitik secara ketat. Setiap eskalasi konflik atau gangguan pada produksi dan distribusi energi di kawasan tersebut berpotensi memicu volatilitas yang lebih besar pada pasar minyak dunia.