Neglected Tropical Diseases: Penyakit yang Terlupakan, tetapi Dampaknya Nyata
Neglected Tropical Diseases (NTDs) atau penyakit tropis terabaikan merupakan kelompok penyakit yang sering luput dari perhatian publik, namun berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama di kelompok miskin dan wilayah dengan sanitasi serta akses layanan kesehatan terbatas. Meski tidak selalu menjadi sorotan utama, NTDs dapat menyebabkan kecacatan, stigma, dan kerugian ekonomi. Secara global, ratusan juta orang masih membutuhkan penanganan NTD, meski tren kasus menunjukkan penurunan. Di Indonesia, NTDs berdampak pada sekitar 80 juta orang dengan 11 dari 21 jenis NTD dunia bersifat endemik, seperti filariasis, cacingan, kusta, dengue, dan rabies, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.
Para penulis Feny DH, Mogsa DF, Kartika DP, dan Karyana M dari Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan BKPK Kemenkes RI menjelaskan bahwa di tengah perhatian publik terhadap penyakit-penyakit besar seperti tuberkulosis, diabetes, kanker, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga ancaman pandemi baru, terdapat kelompok penyakit lain yang kerap terabaikan namun tetap memberikan dampak serius, yaitu Neglected Tropical Diseases (NTDs) atau penyakit tropis terabaikan.
NTDs sering tidak menjadi sorotan utama karena tidak selalu menimbulkan kepanikan besar atau krisis yang terlihat jelas, namun dampaknya nyata berupa kecacatan, stigma sosial, penurunan produktivitas, beban ekonomi keluarga, serta meningkatnya ketimpangan kesehatan. Penyakit ini banyak menyerang kelompok masyarakat miskin, wilayah terpencil, lingkungan dengan sanitasi buruk, serta komunitas dengan akses layanan kesehatan terbatas, sehingga mencerminkan adanya ketidaksetaraan dalam pembangunan kesehatan.
Secara global, beban NTDs masih tinggi. WHO memperkirakan pada 2023 sekitar 1,495 miliar orang masih membutuhkan pencegahan atau pengobatan untuk setidaknya satu jenis NTD, meski terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya. Beban penyakit ini juga tercermin dari data DALYs yang menurun dari 17,2 juta menjadi 14,1 juta pada periode 2015–2021, serta penurunan jumlah kematian dari sekitar 139.000 menjadi 119.000 kasus.
Di Indonesia, NTDs juga menjadi masalah besar dengan dampak sekitar 80 juta penduduk atau sekitar 29% populasi. Dari 21 jenis NTD yang dikenal secara global, 11 di antaranya endemik di Indonesia, seperti filariasis, cacingan, taeniasis, schistosomiasis, kusta, frambusia, dengue, chikungunya, skabies, rabies, dan gigitan ular berbisa. Hal ini menunjukkan bahwa NTDs bukan sekadar isu kesehatan pinggiran, melainkan masalah besar yang masih memengaruhi hampir sepertiga penduduk Indonesia dengan berbagai pola penularan dan tantangan penanganan yang berbeda-beda.
Dewi