BI Tahan Suku Bunga, Inflasi Mulai Melandai

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen pada April 2026. Inflasi mulai melandai menjadi 3,48 persen, sementara pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

BI Tahan Suku Bunga, Inflasi Mulai Melandai

Guetilang.com - Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen. Keputusan tersebut diambil di tengah tekanan global yang masih tinggi, terutama akibat kenaikan harga energi dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Langkah mempertahankan suku bunga dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mengendalikan laju inflasi. Bank Indonesia menilai risiko inflasi masih cukup besar meskipun tekanan harga mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 berada di angka 3,48 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,76 persen. Penurunan tersebut menunjukkan harga-harga kebutuhan pokok mulai lebih terkendali setelah sempat meningkat pada awal tahun.

Meski demikian, sejumlah komoditas pangan seperti beras, ayam, dan ikan masih memberikan tekanan terhadap inflasi. Kenaikan tarif transportasi dan biaya energi juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama menjelang periode libur panjang dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 masih berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Optimisme tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, meningkatnya investasi, serta berlanjutnya proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur.

Pemerintah juga memastikan akan terus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program stimulus, termasuk bantuan sosial, subsidi energi, dan insentif transportasi. Kebijakan ini diharapkan mampu menahan dampak kenaikan harga global terhadap perekonomian domestik.

Pengamat ekonomi menilai keputusan mempertahankan suku bunga merupakan langkah yang realistis. Jika suku bunga diturunkan terlalu cepat, nilai tukar rupiah berpotensi semakin melemah dan memicu kenaikan harga barang impor. Sebaliknya, jika suku bunga dinaikkan, pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan melambat.

Dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga di level saat ini dalam beberapa bulan ke depan sambil memantau perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, dan situasi ekonomi global.