Layanan PSC Kris 118 Belum Sentuh Nusa Penida, Dinkes Akui Terkendala SDM

Layanan PSC Kris 118 belum menjangkau Nusa Penida dan Lembongan akibat keterbatasan SDM dan fasilitas pendukung layanan darurat.

Layanan PSC Kris 118 Belum Sentuh Nusa Penida, Dinkes Akui Terkendala SDM

Guetilang.com - Layanan Public Safety Center (PSC) Kring Sehat (Kris) 118 Klungkung belum menjangkau wilayah kepulauan Nusa Penida dan Lembongan. Selain fasilitas medis, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) masih jadi kendala dalam melebarkan sayap pelayanan ke sana.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klungkung I Gusti Ayu Rana Dwijawati mengungkapkan kendala yang masih dihadapi dalam memaksimalkan pelayanan kegawatdaruratan di Kecamatan Nusa Penida. Kendati sejauh ini layanan kedaruratan dilayani Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas, tapi kecepatan penanggulangan tidak akan semaksimal PSC Kris 118.

"Layanan UGD puskesmas sudah ada. Rujukan ke RSUD Gema Santi juga sudah tersedia. Cuma pekerjaan rumah (PR) kami, kami belum punya PSC Kris seperti yang di sini. PSC kris kami saat ini kan layanannya masih di daratan saja," kata Ratna pada detikBali, Senin (4/5/2026).

Selama ini, jika terjadi kondisi emergency atau gawat darurat, terutama yang banyak terjadi pada wisatawan, panggilan layanan ditujukan ke UGD puskesmas, sesuai dengan wilayah terdekat masing-masing.

Ratna juga menjelaskan RSUD Gema Santi sudah tersedia sebagai fasilitas kesehatan (faskes) rujukan. Hal itu juga diperkuat dengan adanya ambulance laut yang standby jika membutuhkan rujukan ke provinsi.

Namun bagaimanapun, pelayanan kegawatdaruratan memiliki kekurangan jika dibandingkan dengan layanan PSC Kris 118.

"Memang kami sudah cukup terbantu dengan layanan UGD puskesmas. Namun bagaimanapun ada rentang waktu penanganan. Karena kalau PSC ada tim khususnya yang fokus menangani kedaruratan selama 24 jam," terang dr Ratna.

Untuk itu, pihaknya tengah terus berupaya untuk menyediakan layanan PSC Kris 118 di Nusa Penida. Dalam upaya tersebut, selain mengalokasikan anggaran untuk peralatan, kendala yang juga akan menjadi kendala adalah ketersediaan SDM tim medisnya.

"SDM menjadi kendala kami. Namun saat ini kami terus berupaya agar layanan PSC Kris 118 ini ada di sana," paparnya.

Berbicara SDM lokal, Ratna menjelaskan jika sejauh ini seluruh faskes didominasi oleh tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan putra-putri daerah Nusa Penida. Semua kepala Puskesmas, juga Direktur RSUD Gema Santi dikatakan merupakan putra daerah.

"Jadi sudah banyak putra daerah yang menjadi nakes. Untuk spesialis, sekarang memang belum ada. Tapi sudah ada yang sedang dalam proses pendidikan," jelasnya.