Peserta Magang Hub Kemnaker Kunjungi UMKM Carang Mas di Desa Sanankerto : Camilan Tradisional yang Tetap Eksis di Era Digital

Peserta Magang Hub Kemnaker Kunjungi UMKM Carang Mas di Desa Sanankerto : Camilan Tradisional yang Tetap Eksis di Era Digital

Guetilang.com, Malang – Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang menjadi sorotan setelah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN pada tahun 2022. Desa Sanankerto memiliki destinasi wisata yang terkenal yaitu Ekowisata Boon Pring. Selain itu, Desa Wisata Sanakerto memiliki 5 kampung tematik yang terdiri dari Kampung KRPL, Kampung Nem, Kampung Budaya & UMKM, Kampung Dolanan, dan Kampung Kerajinan. Peserta Magang Hub Kemnaker berkesempatan untuk melakukan kunjungan langsung ke salah satu kampung tematik tersebut yaitu Kampung Budaya & UMKM tepatnya di rumah produksi Carang Mas milik Ibu Hanifah, pada Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengenalkan peserta magang pada dunia usaha riil sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap produk lokal desa wisata.

UMKM Carang Mas dikenal sebagai produsen camilan tradisional khas Sanankerto yang terbuat dari ubi jalar yang diparut dan dicampur dengan gula merah, kemudian digoreng hingga renyah dengan cita rasa manis yang khas. Camilan tradisional ini tidak hanya menjadi favorit warga sekitar, namun juga menjadi oleh-oleh khas yang banyak dicari pengunjung Desa Wisata Sanankerto.

Tim magang hub yang didampingi oleh Ibu Suprapti selaku mentor berkesempatan untuk mempelajari secara langsung proses produksi hingga strategi pemasaran UMKM Carang Mas. Proses pembuatan Carang Mas berlangsung di lokasi produksi sederhana milik Ibu Hanifah selaku owner.

Pemilik UMKM Carang Mas, Ibu Hanifah mengungkapkan bahwa usaha yang dijalaninya mulai tahun 2019 ini tidak lepas dari kerja keras dan adaptasi terhadap perubahan zaman. “Kami sudah menekuni produksi Carang Mas sejak beberapa tahun lalu. Di tengah persaingan dengan camilan modern, kami tetap bertahan dengan menjaga kualitas rasa dan tradisi pembuatan”.

Ia menambahkan, tantangan terbesar UMKM adalah akses pemasaran dan modal untuk mengembangkan usaha. “Kalau dulu hanya kami jual ke pasar lokal dan tetangga, sekarang pemasarannya sudah meluas dan menjadi oleh– oleh khas Desa Sanankerto serta menerapkan kemasan menarik agar lebih mudah dikenal pembeli di luar desa,” lanjutnya.

Ibu Hanifah berharap, melalui kunjungan peserta magang dan dokumentasi kegiatan ini, UMKM Carang Mas dapat lebih dikenal luas. “Dukungan seperti ini sangat berarti. Tidak hanya membantu mengenalkan produk kami, tetapi juga memberi wawasan baru tentang pemasaran digital,” ujar dia optimis.

Sementara itu, Ibu Suprapti selaku mentor menilai bahwa aktivitas lapangan seperti ini memberi nilai tambah nyata bagi kedua belah pihak. Peserta memperoleh pengalaman langsung, sedangkan pelaku UMKM mendapat peluang untuk memperluas jaringan pemasaran melalui publikasi dan interaksi dengan peserta magang.

Kegiatan kunjungan ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan UMKM di Desa Wisata Sanankerto, yang sejak lama dikenal sebagai desa yang aktif mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dan pariwisata. Dengan sinergi antara peserta magang, pelaku UMKM, dan pihak desa, diharapkan keberadaan Carang Mas tidak hanya bertahan sebagai warisan kuliner tradisional, tetapi juga berkembang sebagai brand lokal yang mampu bersaing di pasar modern.