Revitalisasi Kopwan Dewi Sartika, Kelurahan Losari Gandeng Kecamatan dan Dinas Koperasi

Kelurahan Losari menggelar pertemuan koordinasi revitalisasi Koperasi Wanita (Kopwan) pada 24 Maret 2026 di Aula Kelurahan Losari. Kegiatan ini dihadiri unsur kelurahan, Kecamatan Singosari, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, PKK, serta tokoh masyarakat. Revitalisasi dilakukan karena Kopwan tidak aktif sejak 2016 dan tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Melalui sinergi lintas sektor, Kopwan diharapkan kembali aktif sebagai wadah pemberdayaan ekonomi perempuan dan solusi alternatif pembiayaan yang aman bagi masyarakat.

Revitalisasi Kopwan Dewi Sartika, Kelurahan Losari Gandeng Kecamatan dan Dinas Koperasi

Losari-Pemerintah Kelurahan Losari menggelar pertemuan koordinasi revitalisasi Koperasi Wanita (Kopwan) pada Selasa, 24 Maret 2026, bertempat di Aula Kelurahan Losari. Kegiatan ini dihadiri unsur Pemerintah Kelurahan, perwakilan Kecamatan Singosari, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, pengurus PKK se-Kelurahan Losari, serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Singosari, Agus Widodo, S.AP., serta Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, Ibu Istiana Rahayu Ningsih, SE., MM.

Dalam sambutannya, Lurah Losari, Wawan Sudarmono, S.AP., menyampaikan bahwa Koperasi Wanita di Kelurahan Losari telah tercatat tidak aktif sejak tahun 2016. Sejak saat itu, koperasi juga tidak lagi melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Dengan tidak aktifnya koperasi wanita sejak 2016 dan tidak adanya RAT selama bertahun-tahun, maka perlu dilakukan revitalisasi agar koperasi ini dapat kembali berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi wanita memiliki peran strategis sebagai alternatif pembiayaan yang aman, legal, dan berbasis gotong royong. Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan masyarakat yang kerap terjerat praktik rentenir. Selain itu, Lurah Losari juga menekankan pentingnya sinergi antara Koperasi Wanita dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kelurahan Losari agar keduanya dapat saling mendukung dalam penguatan ekonomi warga.

Dukungan terhadap langkah revitalisasi tersebut juga disampaikan oleh Agus Widodo. Ia mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kelurahan Losari dalam menghidupkan kembali koperasi wanita sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Koperasi wanita merupakan lembaga yang lebih aman dan lebih berpihak kepada masyarakat dibandingkan praktik rentenir. Kami sangat mendukung upaya revitalisasi ini demi meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang menjelaskan bahwa koperasi merupakan badan usaha berbadan hukum yang memiliki kedudukan jelas secara legal. Di Kelurahan Losari sendiri terdapat dua badan usaha berbentuk koperasi, yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Wanita.

Dari sekitar 390 koperasi desa/kelurahan di Kabupaten Malang, hanya sekitar 75–80 koperasi yang aktif, sedangkan sisanya dalam kondisi tidak aktif. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan edaran kementerian, koperasi yang tidak melaksanakan Rapat Anggota selama tiga tahun berturut-turut dapat dinyatakan tidak aktif.

“Tugas kita bersama adalah melakukan monitoring dan validasi. Apabila koperasi tidak berjalan sesuai ketentuan, maka perlu diambil langkah konkret untuk mengaktifkannya kembali,” jelasnya.

Dalam forum tersebut juga dibahas bahwa PKK saat ini belum berbadan hukum, sehingga masih bersifat pra-koperasi (prakop). Salah satu koperasi wanita yang tercatat di Kelurahan Losari adalah Koperasi Dewi Santika, yang saat ini tidak aktif karena tidak adanya kepengurusan serta anggota yang menjalankan operasional koperasi.

Sebagai langkah awal, forum menyepakati untuk memulai kembali proses pengaktifan koperasi melalui koordinasi langsung yang dipimpin oleh Lurah Losari. Pertanyaan terkait kesiapan anggota untuk kembali bergabung pun disampaikan kepada peserta dan disambut dengan pernyataan kesiapan dari para hadirin.

Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan Koperasi Wanita di Kelurahan Losari dapat kembali aktif sebagai wadah pemberdayaan ekonomi perempuan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.