KDMP Cipelang Jadi Lokasi Studi Lapangan Tata Kelola Keuangan Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Bogor
Guetilang.com – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menjadi lokasi kegiatan Studi Lapangan Tata Kelola Keuangan Koperasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan administrasi dan pembukuan keuangan koperasi, sekaligus memperkuat manajemen kepengurusan serta pengembangan usaha melalui kemitraan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Pusdiklat AP Kementerian Keuangan, jajaran Ketua Harian KDMP Kabupaten Bogor, tamu undangan dari Polsek Cijeruk, Ketua DEKOPINDA, Ketua KUA Cijeruk, RT/RW, serta unsur lembaga dan masyarakat terkait.
Ketua Harian KDMP Cipelang, Rita Puspita Sari atau yang akrab di sapa Teh icha , menjelaskan bahwa kegiatan studi lapangan ini menjadi sarana pembelajaran bagi koperasi, khususnya dalam memahami sistem pembukuan dan tata kelola keuangan yang baik.
“Tujuan dari studi lapangan tata kelola keuangan ini adalah untuk mempelajari KDMP yang sudah berjalan, bagaimana cara mengelola pembukuan keuangan koperasi, termasuk apakah sudah menggunakan digitalisasi atau masih dilakukan secara manual,” ujar Rita.
KDMP Cipelang sendiri dipilih sebagai salah satu lokasi studi lapangan setelah sebelumnya mengikuti pelatihan dari Kementerian Keuangan selama kurang lebih lima bulan. Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta mendapatkan tugas untuk menyusun rencana aksi usaha di KDMP masing-masing.
Dari program tersebut, KDMP Cipelang berhasil meraih nilai tertinggi dan terpilih sebagai salah satu rencana aksi terbaik atau pilot project, serta memperoleh piagam penghargaan.
Selain membahas tata kelola keuangan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan manajemen pengurus sebagai salah satu fondasi utama keberhasilan koperasi.
Menurut Teh icha, koperasi tidak dapat berkembang apabila seluruh aktivitas hanya bergantung kepada satu orang atau berjalan dengan sistem one man show. Setiap pengurus harus memahami dan menjalankan fungsi serta tugas pokoknya masing-masing.
“Semua tim memang harus bekerja sama dan bergerak berbarengan sesuai dengan poksi dan tugasnya masing-masing. Tanpa manajemen pengurus yang kuat, koperasi akan sulit untuk berkembang,” jelasnya.
Dalam pengelolaan keuangan, KDMP Cipelang juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penggunaan sistem administrasi dan pembukuan yang belum sepenuhnya terdigitalisasi.
Saat ini, sebagian proses pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual melalui buku dan dibantu perangkat seperti laptop. Kondisi tersebut terkadang menyebabkan laporan mingguan maupun bulanan belum tercatat secara maksimal.
Meski demikian, KDMP Cipelang terus melakukan pengembangan, terutama melalui kemitraan usaha. Sejumlah praktik dan model usaha yang telah dijalankan selama kurang lebih satu tahun mulai diperkenalkan dan diterapkan sebagai referensi bagi KDMP lain.
KDMP Cipelang sendiri telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak dan pelaku usaha, di antaranya Klinik Sehat, Telkom, Warkop Digital, serta pelaku UMKM.
Selain pengembangan usaha, KDMP Cipelang juga mulai mengembangkan program pengelolaan sampah. Informasi dan pengalaman tersebut turut mendapat perhatian dari beberapa KDMP lain yang ingin menerapkan program serupa di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan studi lapangan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai pengelolaan koperasi, manajemen organisasi, tata kelola keuangan, serta peluang membangun usaha melalui kemitraan.
Teh Icha berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi KDMP lain untuk menggerakkan roda usaha di daerahnya masing-masing.
“Harapannya, peserta bisa sama-sama menggerakkan roda usaha di KDMP masing-masing melalui kemitraan yang sudah dipaparkan dan dikenalkan. Mudah-mudahan ilmu tentang manajemen dan kemitraan yang bekerja sama dengan kami juga bisa diterapkan dan dikembangkan oleh KDMP yang lain,” pungkasnya.– Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menjadi lokasi kegiatan Studi Lapangan Tata Kelola Keuangan Koperasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan administrasi dan pembukuan keuangan koperasi, sekaligus memperkuat manajemen kepengurusan serta pengembangan usaha melalui kemitraan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Pusdiklat AP Kementerian Keuangan, jajaran KDMP Kabupaten Bogor, Ketua Harian KDMP Cipelang, tamu undangan dari Polsek Cijeruk, Ketua BPD, Ketua KUA Cijeruk, RT/RW, serta unsur lembaga dan masyarakat terkait.

Ketua Harian KDMP Cipelang, Teh Icha, menjelaskan bahwa kegiatan studi lapangan ini menjadi sarana pembelajaran bagi koperasi, khususnya dalam memahami sistem pembukuan dan tata kelola keuangan yang baik.
“Tujuan dari studi lapangan tata kelola keuangan ini adalah untuk mempelajari KDMP yang sudah berjalan, bagaimana cara mengelola pembukuan keuangan koperasi, termasuk apakah sudah menggunakan digitalisasi atau masih dilakukan secara manual,” ujar Rita.
KDMP Cipelang sendiri dipilih sebagai salah satu lokasi studi lapangan setelah sebelumnya mengikuti pelatihan dari Kementerian Keuangan selama kurang lebih lima bulan. Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta mendapatkan tugas untuk menyusun rencana aksi usaha di KDMP masing-masing.
Dari program tersebut, KDMP Cipelang berhasil meraih nilai tertinggi dan terpilih sebagai salah satu rencana aksi terbaik atau pilot project, serta memperoleh piagam penghargaan.
Selain membahas tata kelola keuangan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan manajemen pengurus sebagai salah satu fondasi utama keberhasilan koperasi.
Menurut Teh Icha, koperasi tidak dapat berkembang apabila seluruh aktivitas hanya bergantung kepada satu orang atau berjalan dengan sistem one man show. Setiap pengurus harus memahami dan menjalankan fungsi serta tugas pokoknya masing-masing.
“Semua tim memang harus bekerja sama dan bergerak berbarengan sesuai dengan poksi dan tugasnya masing-masing. Tanpa manajemen pengurus yang kuat, koperasi akan sulit untuk berkembang,” jelasnya.
Dalam pengelolaan keuangan, KDMP Cipelang juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penggunaan sistem administrasi dan pembukuan yang belum sepenuhnya terdigitalisasi.
Saat ini, sebagian proses pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual melalui buku dan dibantu perangkat seperti laptop. Kondisi tersebut terkadang menyebabkan laporan mingguan maupun bulanan belum tercatat secara maksimal.
Meski demikian, KDMP Cipelang terus melakukan pengembangan, terutama melalui kemitraan usaha. Sejumlah praktik dan model usaha yang telah dijalankan selama kurang lebih satu tahun mulai diperkenalkan dan diterapkan sebagai referensi bagi KDMP lain.
KDMP Cipelang sendiri telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak dan pelaku usaha, di antaranya Klinik Sehat, Telkom, Warkop Digital, serta pelaku UMKM.
Selain pengembangan usaha, KDMP Cipelang juga mulai mengembangkan program pengelolaan sampah. Informasi dan pengalaman tersebut turut mendapat perhatian dari beberapa KDMP lain yang ingin menerapkan program serupa di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan studi lapangan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai pengelolaan koperasi, manajemen organisasi, tata kelola keuangan, serta peluang membangun usaha melalui kemitraan.

Teh Icha berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi KDMP lain untuk menggerakkan roda usaha di daerahnya masing-masing.
“Harapannya, peserta bisa sama-sama menggerakkan roda usaha di KDMP masing-masing melalui kemitraan yang sudah dipaparkan dan dikenalkan. Mudah-mudahan ilmu tentang manajemen dan kemitraan yang bekerja sama dengan kami juga bisa diterapkan dan dikembangkan oleh KDMP yang lain,” pungkasnya.
Gerrad Syach Chalid