Era Digitalisasi, Asik Juga Ngabuburit di Media Sosial

Era Digitalisasi, Asik Juga Ngabuburit di Media Sosial

Berbicara tentang puasa ramadhan salah satu tradisi yang tak asing dan sudah melekat di telinga dan ingatan kita adalah “ngabuburit” Kata ‘ngabuburit’ sendiri berasal dari bahasa Sunda ‘burit’ yang berarti sore. Ngabuburit bisa diartikan dengan menghabiskan waktu sore. Karena itu waktu dari salat asar ke magrib di bulan Ramadan disebut dengan ngabuburit, karena waktu ini biasa digunakan umat muslim untuk berkegiatan sambil menunggu waktu berbuka.

Seiring berkembangnya IPTEK ngabuburit tak hanya melulu tentang berburu takjil atau jalan-jalan saja. Namun, juga bisa dilakukan di dunia maya. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat menghabiskan waktu untuk ngabuburit di sosial media diantaranya adalah menulis atau membaca artikel, mendengarkan podcast edukatif, membuat karya seni, maupun mendengarkan kuliah atau kajian agama.

Namun ngabuburit dengan menghabiskan waktu di sosial media juga menimbulkan pro dan kontra. “Anak muda zaman sekarang, kerjaannya hp teruuss. “Apalagi di bulan puasa makin gencar semedinya (main handphone),” canda Khususiatin, seorang ibu berumur 48 tahun sambil tertawa, Rabu, 29 Maret 2023.

Putri Khususiatin, sekaligus mahasiswi tahun ke-3, Maya (19) sering menghabiskan waktu senggangnya untuk bermain media sosial. Baginya, media sosial menjadi sebuah kebutuhan untuk mendapatkan informasi. “Terdapat berbagai macam konten yang menginspirasi, banyak motivasi, bahkan banyak yang konten menghibur yang kocak juga. Ya gitu, deh, bisa ngisi kegiatan saat lagi mager keluar, apalagi (sedang) puasa, dan ini (bermain media sosial) juga cara gue ngabuburit sambil nunggu buka,” jelas Maya.

Killing time di sosial media sambil menunggu waktu berbuka bisa mengalihkan rasa lapar dan dahaga. Killing time sendiri merupakan sebuah idiom yang berarti menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak penting (dalam ruang lingkup produktif) untuk menunggu kegiatan yang lebih penting. Istilah killing time sendiri beda tipis dengan wasting time (menyia-nyiakan waktu tanpa manfaat begitu saja).

Akhirnya muncul pertanyaan apakah ngabuburit atau spending time di sosial media termasuk killing time atau wasting time. Bulan ramadhan memang momen istimewa dimana pahala dari setiap ibadah dilipatgandakan, sehingga memang dianjurkan untuk menghabiskan waktu di bulan ini dengan amalan-amalan islami yang bermanfaat. Namun beberapa orang juga memilih mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan-kegiatan duniawi.

Nuriyah (21) mengaku bahwa sambil menunggu waktu berbuka ia kerap berselancar di sosial media. “Sambil nunggu buka puasa kadang ya scroll Ig, scroll tiktok, dengerin podcast, karena saya suka seni dan memasak ya kadang -kadang lihat konten melukis ataupun konten memasak, kadang juga Cuma sekedar baca-baca tutorial life hack yang bermanfaat,” ujar Nuriyah, Rabu (29/03).

Mahasiswi tersebut mengaku sering mendapatkan inspirasi untuk tugas kuliah maupun kehidupan sehari-hari dengan menonton konten di sosial media. Menurutnya ngabuburit dengan pergi keluar rumah akan menambah expenses, jadi sebagai anak kos spending time di media sosial sambil menunggu waktu berbuka bukan termasuk hal yang sia-sia juga. Selain tanpa harus membutuhkan biaya, ngabuburit di sosial media tetap bisa menjadikan kita produktif tergantung tujuan kita.

Waktu ngabuburit memang disarankan untuk berkegiatan di luar seperti mengunjungi kajian atau majlis, namun ngabuburit di sosial media juga tidak selamanya menjadi kegiatan yang wasting time (sia-sia) selagi tujuannya positif (untuk hal-hal yang produktif) dan tidak melanggar syariat Islam. (ulfa mayatul)