APKOMINDO, APTIKNAS, dan PERATIN Dukung IFBEX Bekasi 2026, Soegiharto Santoso: Era Agentic AI Akan Mengubah Masa Depan Bisnis Franchise

APKOMINDO, APTIKNAS, dan PERATIN Dukung IFBEX Bekasi 2026, Soegiharto Santoso: Era Agentic AI Akan Mengubah Masa Depan Bisnis Franchise

GUETILANG.COM, Bekasi – Kota Bekasi kembali menjadi tuan rumah International Franchise & Business Exchange Expo (IFBEX) Bekasi 2026 yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Galaxy Park Mall Bekasi. Pameran ini menghadirkan ratusan peluang usaha, franchise, kemitraan, dan investasi yang diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha baru serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

 

Selain menjadi ajang mempertemukan pemilik merek, calon investor, pelaku UMKM, institusi pembiayaan, dan komunitas bisnis, IFBEX Bekasi 2026 juga menunjukkan semakin pentingnya transformasi digital dalam membangun ekosistem bisnis yang modern, efisien, dan berdaya saing.

 

Menanggapi penyelenggaraan IFBEX Bekasi 2026, Ketua Umum APKOMINDO, Pendiri dan Ketua Umum APTIKNAS, serta Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh mitra yang terus menghadirkan ruang kolaborasi bagi pertumbuhan dunia usaha Indonesia.

 

Menurut Hoky, perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya Agentic AI, akan menjadi salah satu faktor yang mengubah masa depan bisnis franchise dan kemitraan.

 

"Era Agentic AI akan mengubah cara pelaku usaha mengelola bisnisnya. AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi berkembang menjadi agen cerdas yang mampu membantu pengambilan keputusan, mengotomatisasi proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing perusahaan," ujar Hoky.

 

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, Internet of Things (IoT), Big Data Analytics, Cyber Security, Digital Payment, Customer Relationship Management (CRM), dan Enterprise Resource Planning (ERP) akan semakin mempercepat transformasi bisnis di berbagai sektor, termasuk franchise, UMKM, dan kemitraan.

 

Menurutnya, transformasi digital harus dibarengi dengan peningkatan literasi teknologi, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta kepastian hukum agar inovasi dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

 Dokumentasi pembukaan IFBEX 2026 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, 6 Februari 2026.

"Transformasi digital harus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha. Di sisi lain, kepastian hukum, keamanan siber, perlindungan data pribadi, dan tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan terhadap ekonomi digital," tegas Hoky.

 

APKOMINDO dan APTIKNAS menyatakan komitmennya untuk terus mendukung digitalisasi sektor usaha melalui edukasi, seminar, pelatihan, business matching, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

 

Sementara itu, PERATIN akan terus berperan aktif memberikan edukasi mengenai aspek hukum teknologi informasi guna mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital Indonesia yang aman, sehat, dan berkeadilan.

 

Selain menghadirkan ratusan peluang franchise dan kemitraan, IFBEX Bekasi 2026 juga akan diramaikan dengan seminar bisnis dan teknologi yang menghadirkan para praktisi nasional.

 

Salah satu narasumber yang akan tampil adalah Agus Dedi Supriadi, Praktisi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), Direktur SMARTPLUS, serta Ketua DPD APKOMINDO Jawa Barat dan Ketua DPD APTIKNAS Jawa Barat.

 

Pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 14.40-15.00 WIB, Agus Dedi Supriadi akan membawakan materi bertajuk "Strategi Membangun Bisnis di Era Agentic AI". Materi ini akan mengulas bagaimana Agentic AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta membangun bisnis yang lebih inovatif, adaptif, dan kompetitif di era transformasi digital.

 

Melalui penyelenggaraan IFBEX Bekasi 2026, diharapkan semakin banyak pelaku usaha, UMKM, investor, dan calon wirausahawan yang memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi memperkuat daya saing bisnis sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Redaksi)