Melebihi Target, Ribuan Jemaat Padati 'Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger' di Kawasan Bromo

Ribuan peserta jalan sehat padati Tosari Bromo Jawa Timur

Melebihi Target, Ribuan Jemaat Padati 'Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger' di Kawasan Bromo
Pelepasan Peserta Jalan Sehat
Melebihi Target, Ribuan Jemaat Padati 'Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger' di Kawasan Bromo
Melebihi Target, Ribuan Jemaat Padati 'Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger' di Kawasan Bromo
Melebihi Target, Ribuan Jemaat Padati 'Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger' di Kawasan Bromo
Melebihi Target, Ribuan Jemaat Padati 'Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger' di Kawasan Bromo

TOSARI – Departemen Kaum Pria Daerah (DKPD) 1 Jawa Timur Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) sukses menggelar kegiatan jalan sehat berskala besar bertajuk "Jalan Sehat dan Doa untuk Tengger", Selasa (16/6/2026). Memanfaatkan momentum hari libur Tahun Baru Islam, acara yang dipusatkan di Kecamatan Tosari ini berhasil menyedot antusiasme hingga ribuan jemaat GSJA dari berbagai wilayah di Jawa Timur Daerah 1.

Rute jalan sehat mengambil titik awal dari Pendopo Agung Tosari dan berakhir di Lapangan Puskesmas Tosari. Sebelum bendera start dikibarkan, rangkaian acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Wakil Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) 1 Jatim GSJA, Pdt. Markus Indrianto.

Tidak sekadar berolahraga, kegiatan ini juga sarat akan muatan spiritual. Di sela-sela acara, seluruh peserta bersama-sama menaikkan doa keselamatan untuk bangsa Indonesia, dan secara khusus mendoakan kesejahteraan serta kedamaian bagi masyarakat suku Tengger.

Suasana semakin meriah dengan adanya perlombaan tarik tambang antarkontingen yang diikuti oleh perwakilan dari Wilayah 1 hingga Wilayah 6, serta tim dari panitia. Selain itu, panitia juga menyediakan puluhan hadiah menarik (doorprize) dengan hadiah utama berupa sepeda listrik yang menambah kegembiraan para peserta.

Ketua Panitia Pelaksana, Pdt. Sumarno Kasnodo, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara ini. Ia menilai kegiatan tersebut sukses besar, terutama dari segi partisipasi massa yang melampaui estimasi awal.

"Dari target awal 1.000 peserta, jumlah yang terdaftar mencapai 1.378 orang. Pendaftaran bahkan terpaksa kami tutup lebih awal karena keterbatasan kapasitas lokasi. Suksesnya acara ini juga berkat dukungan penuh dari Gembala Sidang GSJA Jatim 1 dari Wilayah 1 sampai 7, serta kerja keras seluruh jajaran kepanitiaan dari DKPD, BPD, hingga DKPW 1 sampai 6," ujar Pdt. Sumarno.

Meski demikian, Pdt. Sumarno tidak menampik adanya kendala lapangan, seperti padatnya arus lalu lintas mengingat Tosari merupakan kawasan wisata strategis yang ramai dikunjungi pelancong pada hari libur nasional. "Secara keseluruhan acara berjalan baik dan lancar. Namun, semua kesuksesan ini bukan semata-mata karena kerja keras kami, melainkan atas anugerah dan pertolongan Tuhan Yesus," imbuhnya.

Senada dengan Ketua Panitia, salah satu panitia acara, Pdt. Roswel Rumkeny, turut mengapresiasi tingginya animo peserta. Menurutnya, antusiasme jemaat sangat luar biasa, terutama saat menyaksikan keseruan lomba tarik tambang antarwilayah yang menjadi salah satu daya tarik utama selain pengundian doorprize.

Tanggapan positif dan evaluasi juga datang dari para peserta yang hadir. Thomas Djumiadi, peserta asal Surabaya, memuji konsep acara ini dan berharap dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Namun, ia memberikan catatan agar variasi kegiatan olahraga diperbanyak.

"Acaranya bagus sekali dan layak dilanjutkan tahun depan. Hanya saja, sayangnya kali ini tidak ada sesi senam bersama. Kalau dulu di Taman Dayu sempat ada lomba gerak dan lagu, sekarang hanya ada tarik tambang, jadi rasanya sedikit kurang seru," ungkap Thomas.

Di sisi lain, keindahan alam Tosari yang berada di kawasan pegunungan menjadi daya pikat tersendiri bagi peserta. Seorang peserta asal Malang mengaku sangat menikmati jalannya acara karena bisa berolahraga sembari menghirup udara segar dan menikmati panorama khas Gunung Bromo.

Melihat keberhasilan konsep acara yang memadukan wisata alam ini, usulan untuk lokasi tahun depan mulai bermunculan. Pdt. Daniel Manusiwa, peserta asal Pasuruan, mengusulkan agar perhelatan berikutnya bergeser ke wilayah selatan Jawa Timur.

"Acara ini cukup sukses. Untuk tahun depan, ada usulan dari wilayah selatan agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan di Jalur Lintas Selatan (JLS) dengan titik finis di Pantai Tanjung Penyu," pungkas Pdt. Daniel. (Agus Sugiarta)