Harga Emas Kembali Turun, Apa Faktor Penyebabnya?

Harga emas batangan Antam pada Kamis, 16 April 2026, mengalami penurunan tipis sebesar Rp5.000 menjadi Rp2.888.000 per gram, sementara harga buyback tetap stabil di level Rp2.674.000 per gram yang menunjukkan potensi keuntungan lebih optimal untuk investasi jangka panjang. Penurunan di pasar domestik ini sejalan dengan pelemahan harga emas global di kisaran US$4.600 hingga US$4.800 per troy ons yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi. Meskipun terjadi fluktuasi harian akibat fenomena investor yang mencari likuiditas tunai, secara keseluruhan nilai emas telah mencatatkan pertumbuhan signifikan sekitar 16% sejak awal tahun 2026.

Harga Emas Kembali Turun, Apa Faktor Penyebabnya?

Malang – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami penurunan tipis pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026). Setelah sempat melonjak tajam pada awal pekan, harga emas hari ini terkoreksi sebesar Rp5.000 dan kini berada di level Rp2.888.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas ingin menjual kembali logam mulianya ke Antam, terpantau stabil di level Rp2.674.000 per gram. Selisih (spread) antara harga beli dan harga jual kembali yang cukup lebar mengisyaratkan bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi yang lebih optimal untuk jangka menengah hingga panjang.

​Penurunan harga di pasar domestik hari ini dipicu oleh pelemahan harga emas global yang kini bergerak di kisaran US4.600 hingga US4.800 per troy ons. Meski secara tahunan harga emas telah naik sekitar 16% sejak awal Januari 2026, fluktuasi harian saat ini sangat dipengaruhi oleh:

1. Kondisi Geopolitik (Timur Tengah) 

Faktor ini menjadi pendorong paling signifikan sepanjang April 2026:

  • ​Gagalnya Perundingan Damai: Gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu regional sempat memicu kekhawatiran pasar.
  • Efek Likuiditas: Menariknya, meskipun konflik biasanya membuat emas naik (safe haven), terkadang investor justru menjual emas untuk mendapatkan uang tunai (likuiditas) guna menutupi kerugian di pasar saham atau aset lain yang terdampak konflik.

2. Gejolak Harga Energi dan Inflasi

Ketegangan geopolitik juga berdampak pada lonjakan harga minyak mentah. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, yang kemudian direspon pasar dengan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat. Dinamika ini menyebabkan harga emas bergerak dalam pola yang sulit diprediksi atau "bergejolak".