Harga CPO Melemah Setelah Terbang Tinggi, Kenapa??
Kenaikan impor minyak sawit oleh India serta peningkatan ekspor dari Indonesia menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit masih memiliki peran penting dalam perdagangan global.
Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Berdasarkan data pasar komoditas, harga CPO pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 10.45 WIB berada di kisaran MYR 4.159 per ton, turun sekitar 0,65 persen.
Penurunan harga tersebut sekaligus menghentikan tren kenaikan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut, di mana sebelumnya harga CPO sempat menguat hingga sekitar 4,5 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga komoditas sawit masih cukup fluktuatif mengikuti dinamika pasar global.
Di pasar komoditas dunia, beberapa jenis minyak nabati lainnya justru mengalami kenaikan harga. Kondisi ini turut memengaruhi dinamika perdagangan minyak nabati secara global.
Impor India Meningkat, Ekspor Malaysia Mengalami Tekanan
Dari sisi permintaan, impor minyak sawit oleh India pada Februari tercatat meningkat 10,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menjadi tingkat tertinggi dalam enam bulan terakhir. Peningkatan tersebut terjadi karena harga minyak sawit sedang mendapat diskon yang membuatnya lebih kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya. Pada saat yang sama, impor minyak bunga matahari mengalami penurunan.
Meski permintaan dari India menunjukkan sentimen positif, kondisi berbeda justru terlihat pada ekspor Malaysia. Berdasarkan laporan Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk minyak sawit Malaysia selama Februari tercatat menurun antara 21,5 persen hingga 25,5 persen.
Di sisi lain, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia mencatat performa ekspor yang cukup kuat. Pada Januari, ekspor minyak sawit mentah dan produk turunannya mencapai 2,24 juta ton, meningkat 77,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) dengan nilai ekspor sekitar US$2,29 miliar.
Harga Sawit Didukung Kenaikan Harga Minyak
Faktor lain yang ikut menopang harga CPO berasal dari sektor energi. Harga minyak mentah dunia tercatat naik selama tiga hari berturut-turut, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta potensi gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu wilayah produsen utama dunia.
Kenaikan harga minyak mentah biasanya membuat minyak sawit lebih menarik digunakan sebagai bahan baku biodiesel, karena secara ekonomi menjadi lebih kompetitif dibandingkan bahan baku lainnya. Kondisi ini berpotensi mendorong peningkatan permintaan dari sektor energi.
Sumber: CNBC Indonesia – Harga CPO Melemah Setelah Terbang Tinggi, Kenapa?
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260304104133-128-715842/harga-cpo-melemah-setelah-terbang-tinggi-kenapa
M.chaidir