Webinar Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Ekspor Kini Lebih Terbuka

Webinar yang menghadirkan praktisi ekspor ini memberikan panduan sederhana bagi UMKM untuk mulai menembus pasar global, mulai dari cek kesiapan produk, mencari buyer luar negeri, hingga strategi ekspor cepat melalui sistem undername.

Webinar Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Ekspor Kini Lebih Terbuka
Webinar Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Ekspor Kini Lebih Terbuka
Webinar Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Ekspor Kini Lebih Terbuka
Webinar Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Ekspor Kini Lebih Terbuka
Webinar Dorong UMKM Naik Kelas, Peluang Ekspor Kini Lebih Terbuka

Malang – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui webinar bertajuk “Dari Warkop ke Pasar Global: Cara Mudah UMKM Malang Mulai Ekspor” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit ini diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan lokal. Webinar ini menghadirkan narasumber Ronnie Aban, Founder Indonesia Export Channel, yang dikenal aktif dalam mendampingi UMKM untuk memulai ekspor secara praktis. Sejak awal sesi, peserta diajak untuk mengubah cara pandang terhadap ekspor yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan biaya besar. Dalam pemaparannya, Ronnie menegaskan bahwa ekspor dapat dimulai dengan pendekatan yang sederhana dan realistis.

“Banyak pelaku UMKM berpikir ekspor itu harus punya PT, harus modal besar, dan prosesnya rumit. Padahal, kita bisa mulai dari cara yang sederhana, bahkan mirip seperti kita jualan online,” ujar Ronnie dalam sesi pemaparan.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan bukan langsung fokus pada pengiriman barang, melainkan memahami kesiapan produk dan potensi pasar yang dituju. Materi yang disampaikan dalam webinar ini mencakup berbagai aspek dasar yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM pemula dalam ekspor. Mulai dari membangun pola pikir sederhana tentang ekspor, cara mengecek apakah produk sudah layak untuk pasar luar negeri, hingga strategi mencari negara tujuan potensial dengan memanfaatkan tools gratis yang mudah diakses.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik dasar dalam membangun komunikasi dengan buyer luar negeri. Menurut Ronnie, keterbatasan dalam Bahasa Inggris bukanlah penghalang utama jika pelaku usaha memiliki keberanian untuk memulai.

“Jangan tunggu sempurna untuk mulai. Bahkan dengan Bahasa Inggris yang sederhana pun, kita sudah bisa mulai komunikasi dengan buyer. Yang penting adalah kemauan untuk mencoba,” tambahnya.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah penjelasan mengenai sistem undername, yaitu metode ekspor dengan menggunakan izin dari pihak lain. Melalui sistem ini, pelaku UMKM dapat melakukan ekspor tanpa harus memiliki izin ekspor sendiri di tahap awal.

“Kalau kita ingin cepat mulai, sistem undername ini bisa jadi solusi. Kita bisa ‘menumpang’ izin pihak lain yang sudah siap, sehingga proses ekspor jadi lebih praktis,” jelas Ronnie.

Selama kegiatan berlangsung, suasana webinar terlihat interaktif. Peserta aktif mengikuti setiap sesi, terutama saat sesi tanya jawab yang menjadi ruang diskusi terbuka terkait kendala dan peluang ekspor yang dihadapi oleh pelaku UMKM.

Banyak peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih percaya diri untuk mulai menjajaki pasar internasional setelah mengikuti kegiatan ini.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM, khususnya yang tergabung dalam ekosistem Warkop Digital Malang, untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global.

Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, webinar ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun mindset baru bahwa ekspor bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau oleh UMKM. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang berani melangkah ke pasar internasional, diharapkan produk-produk lokal Indonesia dapat semakin dikenal dan mampu bersaing di kancah global.