Pasar Murah Lebaran Kepanjen 2026 Tak Hanya Tekan Harga, Pemkab Malang Dorong UMKM Tumbuh dan Perluas Pasar Lokal

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari di Kepanjen tanggal 13 Maret hingga 14 Maret dan dibuka langsung oleh Bupati Malang H. M. Sanusi ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi daerah. Selain menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, pasar murah ini turut melibatkan berbagai pelaku UMKM lokal. Kehadiran UMKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Malang.

Pasar Murah Lebaran Kepanjen 2026 Tak Hanya Tekan Harga, Pemkab Malang Dorong UMKM Tumbuh dan Perluas Pasar Lokal

Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Pasar Murah Lebaran 2026 di halaman Pasar Sumedang, Kecamatan Kepanjen, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Malang H. M. Sanusi, didampingi Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon dan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pasar murah yang disambut antusias oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa Pasar Murah Lebaran merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Malang akan terus berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar hingga menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Sanusi.

Selain menjadi instrumen pengendalian inflasi, pasar murah ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui keterlibatan pelaku usaha kecil dan menengah, kegiatan ini membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

Bupati Sanusi menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, distributor, produsen, hingga pelaku industri kecil menengah (IKM) yang turut meramaikan pasar murah.

“Kolaborasi ini sangat penting, karena selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya dan meningkatkan perputaran ekonomi di daerah,” katanya.

Untuk memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang juga menyiapkan stimulus berupa kupon potongan harga.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, menjelaskan bahwa kupon diskon tersebut diberikan agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan menjelang Lebaran.

“Kupon diskon ini menjadi salah satu stimulus agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Nilai potongan harga yang diberikan sebesar Rp10.000 per produk,” jelas Astri.

Dalam pasar murah ini, Disperindag menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dalam jumlah cukup besar, di antaranya beras sebanyak 4 ton, gula pasir 2 ton, minyak goreng sekitar 1.000 liter, serta sejumlah komoditas lainnya yang banyak dibutuhkan masyarakat.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diramaikan oleh berbagai UPTD Kabupaten Malang dan pelaku UMKM lokal. Beberapa di antaranya seperti UMKM Sari Rempah Arjuna yang menghadirkan aneka produk rempah dan olahan herbal khas daerah, serta Batik Ganjar yang menampilkan beragam produk batik dengan motif khas Malangan.

Kehadiran UMKM tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas jaringan pasar sekaligus meningkatkan penjualan, terutama di momentum meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Idulfitri.

Dengan konsep yang menggabungkan stabilisasi harga dan pemberdayaan ekonomi lokal, Pasar Murah Lebaran diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat ekosistem usaha kecil di Kabupaten Malang.