Operasi Ketupat Digelar, Layanan Publik Diperkuat untuk Amankan Arus Mudik Lebaran

Operasi Ketupat yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan upaya peningkatan layanan publik untuk mengamankan arus mudik Lebaran. Operasi ini melibatkan berbagai instansi dan difokuskan pada pengamanan jalur transportasi, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan pos pelayanan bagi masyarakat. Dengan pendekatan humanis, diharapkan perjalanan mudik berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Operasi Ketupat adalah program tahunan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran. Kegiatan ini mencakup pengamanan, pelayanan kesehatan, informasi perjalanan, serta bantuan darurat di berbagai titik strategis. Sinergi antara aparat keamanan dan instansi terkait menjadi kunci dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi para pemudik.

Operasi Ketupat Digelar, Layanan Publik Diperkuat untuk Amankan Arus Mudik Lebaran

Yogyakarta, 15 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran wilayah Gondokusuman meningkatkan layanan publik dengan menggelar Operasi Ketupat 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pengamanan wilayah perkotaan yang menjadi salah satu titik padat lalu lintas di Yogyakarta.

Sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan didirikan di titik-titik strategis, seperti simpang jalan utama, kawasan perbelanjaan, serta akses menuju stasiun dan terminal. Petugas gabungan tampak bersiaga selama 24 jam untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memberikan bantuan langsung kepada masyarakat. Kapolsek Gondokusuman menyampaikan bahwa wilayahnya menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang. Oleh karena itu, penguatan layanan publik menjadi prioritas utama selama Operasi Ketupat berlangsung.

“Kami menyiapkan personel di berbagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Selain itu, kami juga membuka layanan informasi, pengaduan, hingga bantuan kesehatan ringan di pos pelayanan,” ujarnya. Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga aktif melakukan patroli di kawasan permukiman untuk mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian rumah kosong yang ditinggal mudik. Masyarakat juga diimbau untuk melapor kepada ketua RT atau pihak kepolisian setempat sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.

Operasi ini tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tenaga kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan publik berjalan optimal, mulai dari keamanan, kenyamanan, hingga keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, petugas juga memberikan edukasi kepada pengendara terkait pentingnya keselamatan berkendara, seperti penggunaan helm, sabuk pengaman, serta larangan menggunakan ponsel saat berkendara. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.

Sejumlah warga Gondokusuman menyambut baik pelaksanaan Operasi Ketupat ini. Mereka merasa lebih aman dan terbantu dengan kehadiran petugas di lapangan, terutama saat aktivitas meningkat menjelang Lebaran. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap melalui Operasi Ketupat 2026, arus mudik dan balik di wilayah Yogyakarta, khususnya Gondokusuman, dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi aturan serta memanfaatkan layanan publik yang telah disediakan demi kenyamanan bersama.