Longsor Ngantang Malang Putus Akses Jalan Antar Dusun
Bencana longsor terjadi di Desa Jombok berupa tanah longsor besar yang mengakibatkan jalan desa amblas secara drastis.
Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada awal Maret 2026. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut memicu terjadinya longsor besar yang menyebabkan jalan desa amblas hingga kedalaman sekitar 12 meter.
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, di kawasan Ganten, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang. Longsor tersebut menciptakan lubang besar menyerupai goa dan memutus akses jalan yang selama ini digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Dilansir dari ketik.com, bencana ini menjadi salah satu kejadian longsor paling mencolok di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Selain merusak infrastruktur jalan, longsor juga berdampak pada permukiman warga.
Bencana yang terjadi di Desa Jombok ini berupa tanah longsor besar yang mengakibatkan jalan desa amblas secara drastis. Lubang yang terbentuk diperkirakan mencapai kedalaman sekitar 12 meter sehingga membuat jalur tersebut tidak bisa dilewati kendaraan maupun warga.
Jalan yang rusak merupakan jalur penghubung penting antara Dusun Ngembul dan Dusun Bulurejo. Akibatnya, aktivitas warga yang biasa melewati jalur tersebut terpaksa dialihkan ke rute lain yang lebih jauh.
Selain merusak jalan, longsor juga berdampak pada rumah warga. Setidaknya dua rumah di wilayah Kecamatan Ngantang dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut.
Bencana ini berdampak langsung pada masyarakat yang tinggal di wilayah Ngantang, khususnya warga Desa Jombok dan sekitarnya. Warga yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut kini harus mencari akses alternatif untuk menjalankan aktivitas mereka.
Sementara itu, penanganan bencana dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan serta menilai dampak kerusakan yang terjadi.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memastikan kondisi warga tetap aman serta mencegah potensi bahaya lanjutan.
Peristiwa tanah longsor ini terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, setelah wilayah Ngantang diguyur hujan deras dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan yang tinggi diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor di kawasan tersebut.
Pada awal Maret ini, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Kabupaten Malang memang masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Situasi ini membuat beberapa daerah dengan kontur tanah labil menjadi lebih rentan terhadap bencana longsor.
Lokasi longsor berada di kawasan Ganten, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Wilayah ini berada di daerah perbukitan sehingga memiliki potensi kerawanan terhadap bencana tanah longsor.
Jalan yang terdampak merupakan jalur penghubung antar dusun yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat. Karena kondisi jalan yang amblas cukup dalam, akses tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui.
Selain Desa Jombok, dampak hujan deras juga dirasakan di beberapa titik lain di Kecamatan Ngantang, termasuk kerusakan rumah warga akibat material longsor.
Tanah longsor yang terjadi di kawasan ini diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Ngantang secara terus-menerus. Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah menjadi jenuh air sehingga mudah bergerak dan longsor.
Selain faktor cuaca, kondisi geografis wilayah Ngantang yang berbukit juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko longsor. Tanah yang labil ditambah dengan intensitas hujan tinggi sering kali memicu pergerakan tanah di kawasan tersebut.
BPBD Kabupaten Malang bahkan telah memasukkan Kecamatan Ngantang dalam peta wilayah rawan tanah longsor di daerah tersebut.
Setelah kejadian longsor dilaporkan, tim BPBD Kabupaten Malang segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas melakukan pendataan kerusakan serta memantau kondisi sekitar guna mengantisipasi longsor susulan.
Selain itu, BPBD juga memberikan peringatan kepada warga agar tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Warga yang tinggal di sekitar area rawan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
Hingga laporan ini disusun, proses penanganan dan pemantauan di lokasi longsor masih terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang bersama pihak terkait.
Nola Amalia Rosyada