Keunikan Arsitektur dan Sejarah Candi Singosari di Kabupaten Malang

Di wilayah Kecamatan Singosari yang berjarak tidak terlalu jauh dari pusat Kota Malang, berdiri megah Candi Singosari sebagai salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Singhasari. Situs ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1803 oleh Nicolaus Engelhard. Jika diamati secara saksama, bentuk bangunannya memperlihatkan dua bagian utama atau dua tingkat ruang, mengingatkan pada arsitektur Candi Jawi. Berdasarkan kajian sejarah dan arkeologi, candi ini diyakini memiliki latar belakang keagamaan Siwa-Buddha. Atap Candi Singosari berbentuk limas bertingkat yang dihiasi ornamen menyerupai menara kecil pada setiap susunannya. Bagian dasar atap memiliki panjang sisi sekitar 5 meter. Kini, bagian puncaknya telah runtuh sehingga yang tersisa hanya tingkat pertama dan sebagian tingkat kedua dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter. Adapun tinggi keseluruhan bangunan yang masih berdiri mencapai sekitar 14,10 meter. Tubuh candi berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 5,20 meter dan tinggi 4,85 meter. Menariknya, ruang utama di bagian tubuh candi tidak ditemukan, begitu pula relung-relung di keempat sisinya yang tampak kosong. Ukurannya menunjukkan bahwa relung tersebut sejak awal bukan dirancang untuk menempatkan arca berukuran besar. Kekosongan ini ditafsirkan sebagai simbol konsep Parama Sunya dalam ajaran Buddha, yaitu keadaan tertinggi yang bersifat hampa dan tak terwujud. Dalam kitab Nagarakretagama disebutkan bahwa Siva berada di ruang dalam, sementara Aksobhya berada di bagian atas, namun wujudnya sangat halus sehingga tak kasatmata. Bangunan candi terbuat dari batu andesit dan tersusun atas bagian batur, kaki, tubuh, serta atap. Bagian batur berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 13,85 meter dan tinggi 1,90 meter tanpa dihiasi relief. Tangga menuju selasar di bagian kaki tidak dilengkapi pipi tangga berhias makara sebagaimana lazim ditemukan pada candi-candi lain. Di atas batur terdapat kaki candi berbentuk persegi dengan panjang sisi 8,8 meter dan tinggi 4,86 meter. Keunikan bagian ini terletak pada keberadaan bilik dan penampil di keempat sisinya. Penampil di sisi barat berfungsi sebagai akses masuk menuju ruang utama. Pintu tersebut tampak polos tanpa bingkai pahatan rumit, hanya dihiasi kepala kala sederhana di atas ambangnya. Ornamen yang minim ini memunculkan dugaan bahwa pembangunan candi kemungkinan belum sepenuhnya rampung. Di sisi kiri dan kanan pintu, agak ke belakang, terdapat relung-relung arca tanpa hiasan rumit. Relung serupa juga terdapat pada sisi lainnya dengan ukuran lebih besar serta dilengkapi bilik penampil. Model arsitektur ini dikenal sebagai tipe candi menara. Sekilas, struktur Candi Singosari tampak seperti bangunan bertingkat dua karena bagian bawah atap berbentuk persegi menyerupai ruang kecil dengan relung di setiap sisinya. Keunikan lain terletak pada posisi ruang utama (garbhagrha) yang berada di bagian kaki candi—suatu tata letak yang tidak umum pada candi-candi di Indonesia, sebab biasanya ruang utama terletak di tubuh candi. Dahulu, relung-relung pada kaki candi diisi arca seperti Durga Mahisasuramardhini di sisi utara, Ganesha di sisi timur, serta Trnawindu di sisi selatan. Kini, hanya sebagian yang masih berada di lokasi aslinya. Ruang utama sendiri dalam keadaan kosong dan hanya menyisakan sebuah yoni di atas lapik berbentuk persegi, meski bagian atasnya telah mengalami sedikit kerusakan. Pada lantai kaki candi terdapat saluran kecil menuju teras sisi utara, sehingga bangunan ini kerap dimaknai sebagai representasi lingga. Akses masuk candi berada di sisi barat, diapit relung arca Mahakala dan Nandiswara. Bagian atas pintu serta relung-relungnya dihiasi kepala kala dengan pahatan sederhana. Hingga kini, Candi Singosari berstatus sebagai Bangunan Cagar Budaya dan berada dalam kondisi yang relatif baik serta terpelihara dengan baik sebagai warisan sejarah penting di Malang Raya.

Keunikan Arsitektur dan Sejarah Candi Singosari di Kabupaten Malang
Keunikan Arsitektur dan Sejarah Candi Singosari di Kabupaten Malang