Jaga Ketertiban Masyarakat selama Ramadan, Wonosobo Gelar Pasar Murah
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar pasar murah bersubsidi di 182 desa selama Ramadan 2026 guna menjaga ketertiban masyarakat dan menstabilkan harga bahan pokok. Selain itu, pengawasan peredaran petasan turut diperketat demi menciptakan suasana Ramadan dan Idulfitri yang aman serta kondusif.
WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketertiban dan kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Selain menggelar pasar murah bersubsidi di 182 desa, pemerintah juga menargetkan zero (nol) petasan demi keamanan masyarakat. Pemkab akan menyelenggarakan pasar murah dengan paket sembako berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir seharga Rp10.000. Selain itu, dilakukan operasi penertiban petasan, minuman keras ilegal, perang sarung, dan balon udara liar.
Kebijakan ini disampaikan oleh Bupati Afif Nurhidayat dan didukung oleh Kapolres Kasim Akbar Bantilan serta jajaran Pemkab dan Polres Wonosobo.Pasar murah akan dilaksanakan pada 5–14 Maret 2026, menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Operasi penertiban petasan dan penyakit masyarakat dilakukan secara berkelanjutan selama Ramadan. Kegiatan pasar murah digelar di 182 titik desa di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo. Operasi penertiban dilakukan di seluruh wilayah hukum Polres Wonosobo. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta menciptakan suasana Ramadan dan Idulfitri yang aman, nyaman, dan kondusif. Pemerintah ingin mencegah panic buying serta menekan risiko kecelakaan akibat petasan yang sebelumnya telah menimbulkan korban.

sumber: jatengprov.go.id
Pemkab menyalurkan paket sembako bersubsidi khusus bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 yang belum menerima bantuan sosial lain agar tidak terjadi tumpang tindih penerima manfaat. Pemerintah juga menggandeng Bulog untuk distribusi beras SPHP dan Minyakita, serta melakukan pengawasan di delapan pasar utama. Sementara itu, Polres Wonosobo akan melakukan operasi penyitaan petasan secara kontinyu, termasuk pengawasan pembelian bahan peledak secara daring. Pemkab dan Polres juga membuka layanan pengaduan melalui Call Center 112 agar masyarakat dapat melaporkan aktivitas yang berpotensi membahayakan. Dengan langkah tersebut, Pemkab Wonosobo berharap pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri 2026 berlangsung tertib, aman, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Rayhan Ramadhani Vriyanie