Pencegahan "Superflu"
Superflu merupakan varian influenza A (H3N2)
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) menjelaskan bahwa superflu merupakan varian influenza A (H3N2) yang dapat menimbulkan gejala lebih berat serta berlangsung lebih lama dibandingkan flu pada umumnya. Meski demikian, penyakit ini bukanlah kondisi yang perlu ditakuti berlebihan, karena pada sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada masyarakat yang memiliki daya tahan tubuh yang baik.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah musim pancaroba yang rawan memicu infeksi saluran pernapasan. Masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit.
Adapun langkah pencegahan superflu dapat dimulai dari kebiasaan sederhana namun efektif. Warga dianjurkan melakukan isolasi mandiri saat mengalami gejala sakit, seperti demam, batuk, atau pilek, dengan tetap berada di rumah dan menghindari keramaian hingga setidaknya 24 jam setelah demam mereda tanpa bantuan obat penurun panas.
Selain itu, penggunaan masker di tempat umum atau area padat aktivitas tetap disarankan sebagai upaya melindungi diri dan orang lain. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama lebih dari 20 detik juga perlu terus diterapkan, atau menggunakan hand sanitizer bila fasilitas air tidak tersedia.
Tak kalah penting, masyarakat diingatkan untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, yakni dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam, guna memutus rantai penularan virus. Upaya pencegahan ini akan semakin optimal bila dibarengi dengan pola hidup bersih dan sehat, seperti cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga asupan cairan tubuh.
Dengan kedisiplinan bersama, risiko penularan superflu di Yogyakarta diharapkan dapat ditekan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan sehat.
Wendys