Bulog Pastikan Harga Beras Tetap Stabil Meski Biaya Kemasan Naik

Bulog pastikan harga beras tetap stabil meski biaya kemasan naik akibat kelangkaan plastik, dengan stok aman dan strategi efisiensi distribusi.

Bulog Pastikan Harga Beras Tetap Stabil Meski Biaya Kemasan Naik

Guetilang.com - Pemerintah melalui Perum Bulog memastikan harga beras di pasaran tetap stabil meskipun terjadi kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga beras sesuai arahan Presiden guna menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif di tengah dinamika biaya produksi yang meningkat.

Menurut Rizal, kondisi stok beras nasional saat ini berada dalam posisi aman dan mencukupi. Cadangan beras yang melimpah menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, sehingga tekanan dari kenaikan biaya kemasan tidak berdampak langsung pada harga jual.

Meski demikian, ia mengakui bahwa lonjakan harga bahan baku plastik menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi distribusi beras yang menggunakan kemasan dalam jumlah besar. Hal ini mendorong Bulog untuk melakukan penyesuaian strategi internal agar operasional tetap efisien.

Bulog juga telah menggelar rapat direksi untuk merumuskan langkah-langkah penyesuaian biaya, termasuk memberikan fleksibilitas di tingkat daerah agar tetap selaras dengan kondisi pasar. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perindustrian guna memperoleh dukungan dalam menekan harga bahan kemasan.

Baca Juga: Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Penentu Keberlanjutan Program MBG

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar beras yang dikelola Bulog digunakan untuk program bantuan pangan dan stabilisasi harga yang menyasar jutaan masyarakat di seluruh Indonesia.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bulog optimistis harga beras tetap terkendali tanpa mengorbankan kualitas kemasan maupun distribusi, sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.