Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dorong Investasi
Jawa Tengah menyiapkan 12 kawasan industri dan KEK baru guna menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah.
GUETILANG.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) baru guna memperkuat iklim investasi di daerah. Langkah tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Semarang.
Menurut Ahmad Luthfi, pengembangan kawasan industri dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pemprov juga meminta dukungan pemerintah pusat agar proses pengembangan kawasan dapat berjalan lebih cepat, terutama terkait regulasi dan perizinan.
Sejumlah daerah yang dipersiapkan menjadi kawasan industri baru antara lain Kabupaten Cilacap, Banyumas, Sragen, Demak, dan Rembang. Pemerintah menilai keberadaan kawasan industri mampu membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Sementara sepanjang 2025, nilai investasi di provinsi tersebut mencapai Rp110 triliun.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengapresiasi langkah Jawa Tengah yang terus menambah kawasan industri. Menurutnya, kawasan industri menjadi strategi penting untuk mempercepat realisasi investasi karena didukung kemudahan perizinan dan kesiapan infrastruktur.