Kasus Pelecehan Seksual Perempuan di FH UI Terungkap, Puluhan Korban Muncul

pelecehan seksual yang terjadi di grup chat beberapa mahasiswa fakultas hukum Universitas Indonesia

Kasus Pelecehan Seksual Perempuan di FH UI Terungkap, Puluhan Korban Muncul
source: x.com/intercomboo

Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia menjadi sorotan publik setelah terungkap melalui tangkapan layar percakapan grup chat mahasiswa yang viral di media sosial. Kasus ini memicu kecaman luas karena dinilai merendahkan martabat perempuan dan mencederai nilai-nilai akademik.

Dari hasil penelusuran awal, percakapan dalam grup tersebut berisi komentar tidak senonoh, objektifikasi tubuh perempuan, hingga candaan vulgar yang mengarah pada kekerasan seksual. Tidak hanya mahasiswi, beberapa dosen perempuan juga disebut menjadi sasaran pelecehan dalam percakapan tersebut.

Kuasa hukum korban mengungkapkan bahwa jumlah korban dalam kasus ini mencapai 27 orang, yang terdiri dari sekitar 20 mahasiswi dan beberapa dosen. Para korban disebut telah mengalami pelecehan sejak 2025, namun baru berani melapor setelah tekanan yang dirasakan semakin berat. 

Kasus ini diduga melibatkan belasan mahasiswa, bahkan beberapa di antaranya merupakan pengurus organisasi kampus. Percakapan yang beredar menunjukkan adanya normalisasi perilaku tidak pantas yang dilakukan secara berulang di dalam grup privat tersebut. 

Pihak kampus melalui fakultas menyatakan telah menerima laporan resmi dan tengah melakukan investigasi secara menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk pelecehan seksual, termasuk yang bersifat verbal dan digital, merupakan pelanggaran serius terhadap etika akademik dan hukum yang berlaku. 

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI turut mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak adanya sanksi tegas bagi para pelaku. Kasus ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan di lingkungan pendidikan tinggi.

Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung. Publik menanti langkah tegas dari pihak kampus dalam memberikan keadilan bagi korban serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.