BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa, Awan Cumulonimbus Meningkat
BMKG peringatkan peningkatan awan cumulonimbus 29 April–5 Mei 2026, berpotensi picu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang di Jawa.
Guetilang.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi peningkatan awan cumulonimbus dalam periode 29 April hingga 5 Mei 2026. Kondisi ini menandakan peluang terjadinya cuaca ekstrem yang semakin meluas, terutama di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Awan cumulonimbus dikenal sebagai awan yang dapat memicu hujan dengan intensitas lebat dalam waktu singkat, disertai petir serta angin kencang. Bahkan, fenomena ini juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.

BMKG mengelompokkan potensi pertumbuhan awan ini berdasarkan tingkat sebarannya, mulai dari kategori rendah hingga tinggi. Pada periode tersebut, beberapa wilayah diperkirakan mengalami peningkatan intensitas yang cukup signifikan, khususnya di wilayah Jawa yang menunjukkan penguatan zona cuaca ekstrem.
Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer selama masa peralihan musim (pancaroba), yang membuat cuaca cenderung berubah secara cepat. Suhu panas di siang hari dapat memicu pembentukan awan konvektif pada sore hingga malam hari.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba. BMKG juga menyarankan agar masyarakat rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini guna meminimalkan risiko dampak yang ditimbulkan.