Poros Pendidikan Indonesia Tekankan Peran Strategis Pendidikan bagi Kemajuan Bangsa
Dalam talk show di Jakarta, Jumat (7/11/2025), Ketua Umum PPI M Basri BK menegaskan pendidikan harus selaras pembangunan nasional. Ia mendorong kolaborasi pentahelix untuk menciptakan lulusan unggul dan berdaya saing global.
GUETILANG.COM - Dalam talk show bertema Membangun Kolaborasi Pentahelix dalam Menciptakan Lulusan Unggul yang digelar di Jakarta pada Jumat (7/11/2025), Ketua Umum Poros Pendidikan Indonesia (PPI), M Basri BK, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa.
Ia menyampaikan bahwa dunia pendidikan harus memiliki arah yang jelas dan selaras dengan pembangunan nasional. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada proses belajar-mengajar, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan di berbagai sektor.
“Poros Pendidikan ini kami dirikan agar dunia pendidikan bisa punya arah yang jelas terhadap pembangunan nasional. Bukan sekadar soal belajar-mengajar, tapi bagaimana pendidikan bisa mendorong pertumbuhan bangsa,” ujar Basri dalam forum tersebut.
Ketua umum Poros Pendidikan Indonesia Dr. M. Basri. BK, S.Sos., M.M., M.H.
Dalam kesempatan itu, Basri juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga media. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global.
Ia menilai, hingga saat ini keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman masih perlu diperkuat. Tanpa adanya sinergi yang solid, lulusan pendidikan berpotensi belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan dunia kerja dan dinamika global yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Basri menjelaskan bahwa Poros Pendidikan Indonesia hadir sebagai wadah untuk merumuskan gagasan strategis berbasis akademik. Organisasi ini, yang baru berdiri sekitar enam bulan, digagas oleh puluhan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dengan tujuan memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan sistem pendidikan nasional.

Basri juga menyoroti bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain. Ia mencontohkan negara seperti Malaysia yang sebelumnya banyak belajar dari Indonesia, namun kini menunjukkan perkembangan yang lebih pesat. Selain itu, Jepang dan Korea Selatan juga dinilai berhasil mencapai kemajuan melalui penguatan sektor pendidikan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret serta kolaborasi lintas sektor agar pendidikan mampu memberikan dampak nyata terhadap kemajuan nasional.
Melalui forum ini, Basri berharap kolaborasi pentahelix dapat terus diperkuat sehingga pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi juga berkualitas, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.
Baca Juga:Poros Pendidikan Indonesia Hadir, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional