Kacang Macadamia Ampelgading, Potensi Pangan Sehat Bernilai Tinggi yang Masih Minim Dikenal

Kacang Macadamia Ampelgading, Potensi Pangan Sehat Bernilai Tinggi yang Masih Minim Dikenal

Guetilang.com, Malang – Kacang macadamia dikenal sebagai salah satu kacang premium dengan kandungan gizi tinggi dan manfaat kesehatan yang beragam. Di wilayah Ampelgading, Riau, kacang macadamia berkualitas baik mulai dibudidayakan dan diolah oleh Pak Kari, pelaku usaha yang konsisten mengembangkan produk olahan berbasis macadamia meskipun serapan pasar masih tergolong rendah.

Ditanam di wilayah dengan ketinggian di atas 1.000 mdpl, kacang macadamia dari Ampelgading memiliki kualitas unggul. Kondisi geografis tersebut mendukung pertumbuhan kacang dengan tekstur padat, rasa gurih alami, serta kandungan lemak sehat yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan macadamia sebagai bahan pangan sekaligus bahan baku produk kesehatan dan kecantikan.

Pak Kari mengolah kacang macadamia menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti susu macadamia, minyak macadamia, hingga puding. Susu macadamia diproduksi dengan perbandingan 1:2,5 dan dipasarkan dengan harga Rp85.000 per liter, menggunakan pemanis alami berupa kurma tanpa tambahan kolesterol. Produk ini dinilai cocok untuk masyarakat yang menjalani pola hidup sehat maupun diet, karena mampu membantu menahan rasa lapar lebih lama.

Selain susu, minyak macadamia menjadi salah satu produk unggulan. Minyak ini banyak dimanfaatkan untuk skincare dan kesehatan, karena mengandung lemak tak jenuh tunggal yang membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Kandungan flavonoid dan antioksidan di dalamnya juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan menangkal radikal bebas. Dari sisi energi, macadamia kaya kalori dan lemak sehat yang memberikan dorongan energi tahan lama.

Secara nutrisi, kacang macadamia mengandung sekitar 76% lemak sehat. Dalam 100 gram kacang macadamia terdapat sekitar 718 kalori, menjadikannya sumber energi yang padat. Selain itu, macadamia merupakan sumber serat yang baik untuk membantu pencernaan, serta kaya akan magnesium, zat besi, dan tembaga yang penting bagi fungsi tubuh.

Untuk harga, kacang macadamia olahan dijual sekitar Rp650.000 per kilogram, sementara macadamia mentah berada di kisaran Rp600.000 per kilogram. Harga yang relatif tinggi ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pemasaran, sehingga serapan produk ke masyarakat masih terbatas. Meski demikian, Pak Kari tetap optimistis bahwa edukasi mengenai manfaat kesehatan macadamia dapat meningkatkan minat konsumen ke depannya.

“Macadamia ini sebenarnya sangat bagus untuk kesehatan dan diet, hanya saja masyarakat masih perlu dikenalkan lebih jauh,” ujar Pak Kari saat ditemui. Ia berharap produk olahan macadamia dapat menjadi alternatif pangan sehat lokal yang mampu bersaing sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dataran tinggi.