Abdul Mu'ti Tegaskan: Tak Ada Sekolah Daring atau Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Siswa Meski Ada Upaya Penghematan Energi
Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kebijakan penghematan energi tidak akan berdampak pada penerapan sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Pemerintah melalui Abdul Mu'ti menegaskan bahwa tidak akan ada kebijakan sekolah daring meskipun dilakukan penghematan energi. Pembelajaran tetap berlangsung tatap muka.
Pemerintah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka, meskipun tengah dilakukan berbagai upaya penghematan energi di sejumlah sektor.
Tokoh pendidikan, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak akan berdampak pada perubahan sistem pembelajaran di sekolah. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana untuk kembali menerapkan sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh.
“Pembelajaran tetap dilakukan secara langsung di sekolah. Tidak ada kebijakan untuk kembali ke sistem daring hanya karena alasan penghematan energi,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya.
Menurutnya, pengalaman selama masa pandemi menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan sistem daring, terutama dalam aspek interaksi sosial dan pemahaman materi siswa.
Selain itu, ia juga menilai bahwa penerapan pembelajaran jarak jauh justru dapat menimbulkan berbagai kendala, seperti keterbatasan akses internet, kurangnya pengawasan belajar, serta penurunan kualitas pembelajaran.
Pemerintah saat ini lebih fokus pada langkah-langkah efisiensi energi yang tidak mengganggu sektor pendidikan, seperti pengaturan penggunaan listrik di perkantoran dan fasilitas umum lainnya.
Dengan adanya penegasan ini, masyarakat diharapkan tidak khawatir akan adanya perubahan sistem belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pendidikan akan tetap berjalan normal dengan mengutamakan kualitas pembelajaran bagi siswa.
Anggelia Nur Sagita