Warga Desa Petir Hentikan Sementara Perbaikan Jembatan, Soroti Minimnya Sosialisasi dan Jalur Alternatif

Warga Desa Petir hentikan sementara perbaikan jembatan, minta sosialisasi dan jalur alternatif.

Warga Desa Petir Hentikan Sementara Perbaikan Jembatan, Soroti Minimnya Sosialisasi  dan Jalur Alternatif

GUETILANG.COM– Sejumlah warga Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, menghentikan sementara kegiatan perbaikan jembatan yang tengah berlangsung di wilayah mereka. Aksi tersebut dilakukan bukan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan karena warga mengaku belum memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial dan diunggah akun Instagram @aliansimasyarakatpetir, warga menyampaikan keberatan terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai belum disosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat maupun pemerintah desa. Menurut mereka, pembangunan infrastruktur merupakan hal yang didukung selama dilakukan secara terbuka dan memperhatikan kepentingan masyarakat.

Selain mempertanyakan minimnya sosialisasi, warga juga menyoroti jalur alternatif yang disiapkan selama proses pengerjaan jembatan. Jalur tersebut disebut merupakan jalan tambang yang dinilai kurang layak digunakan karena berlumpur saat musim hujan dan berdebu ketika cuaca kering, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

Di tengah polemik tersebut, sebagian warga menyampaikan dugaan bahwa perbaikan jembatan memiliki keterkaitan dengan akses kendaraan pengangkut hasil tambang pasir putih. Menurut warga, jembatan tersebut sebelumnya menjadi jalur yang kerap dilalui truk-truk bermuatan pasir. Warga pun khawatir setelah jembatan selesai diperbaiki, kendaraan bertonase besar kembali melintasi permukiman di RT 01 RW 01 Desa Petir dan menimbulkan polusi debu yang mengganggu kenyamanan warga.

BERITA TERKAIT: Jembatan Penghubung Desa Petir – Pucungbedug Ambruk, Truk Pasir Terjun ke Sungai

"Warga tidak menolak pembangunan jembatan. Yang dipersoalkan adalah kurangnya informasi dan komunikasi kepada masyarakat. Kami juga berharap dampak yang mungkin timbul apabila truk-truk tambang kembali melintas dapat menjadi perhatian pemerintah," ujar salah seorang warga Desa Petir.

Setelah dilakukan audiensi antara warga dan pihak terkait, disepakati bahwa pekerjaan perbaikan jembatan dihentikan sementara hingga tersedia jalur alternatif yang layak digunakan masyarakat. Kesepakatan tersebut mempertimbangkan tingginya mobilitas warga, termasuk anak-anak yang setiap hari menggunakan jembatan untuk berangkat ke sekolah serta masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi melalui akses tersebut.

Warga juga berharap pemerintah lebih memperhatikan dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan. Menurut mereka, aktivitas tambang diduga turut memengaruhi kondisi lingkungan sekitar, termasuk menurunnya debit air sungai pada waktu-waktu tertentu.