SMKN 3 Samarinda Perkuat Pembelajaran Industri dan Sambut Program Kerja Luar Negeri Melalui Warkop Digital
SMKN 3 Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja modern. Melalui penguatan program Teaching Factory (Tefa) dan ketertarikan bergabung dalam SMK Go Digital, sekolah berharap pengalaman belajar siswa semakin relevan dengan kebutuhan industri, bahkan hingga level internasional.
Samarinda-SMKN 3 Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja modern. Melalui penguatan program Teaching Factory (Tefa) dan ketertarikan bergabung dalam SMK Go Digital, sekolah berharap pengalaman belajar siswa semakin relevan dengan kebutuhan industri, bahkan hingga level internasional.
Penanggung jawab kewirausahaan sekolah, Bu Mariyati, menjelaskan bahwa pembelajaran kewirausahaan di SMKN 3 Samarinda selama ini sudah berjalan aktif dan melibatkan banyak unit usaha. Program-progam tersebut dirancang untuk memberi pengalaman nyata kepada siswa, layaknya bekerja langsung di industri.
“Kami punya Etam Bakery dan Salon Glow Shine. Dua usaha ini benar-benar melibatkan siswa dalam kegiatan produksi. Mereka belajar keterampilan, sikap kerja, sampai bagaimana menghadapi pelanggan. Semuanya lewat pelatihan Tefa dan PKL,” jelas Bu Mariyati.
Selain itu, sekolah juga sedang mengembangkan program Tongkrongan Pinang, serta produksi berbagai produk kreatif dari jurusan Usaha Layanan Wisata. Bahkan pada Oktober 2025, siswa telah melaksanakan kegiatan pemasaran paket wisata ke Balikpapan, yang sekaligus menjadi latihan praktik marketing dan pelayanan wisata.
“Setiap pemasukan dari kegiatan itu kami putar kembali untuk program siswa. Biasanya untuk bazar produk dan pelatihan lanjutan. Ini bagian dari rencana pengembangan wirausaha sekolah untuk 1-3 tahun ke depan,” tambahnya.
Menurutnya, semangat utama dari Teaching Factory adalah memberi siswa pengalaman belajar yang nyata—mulai dari produksi, pemasaran, hingga layanan—dengan standar industri yang sesungguhnya.
Tak hanya fokus di unit usaha sekolah, SMKN 3 Samarinda juga mulai membuka peluang yang lebih luas bagi siswa dan alumni. Program SMK Go Digital, hasil kolaborasi Warkop Digital dan PT Nur Fauzan Sejahtera (P3MI), menjadi peluang baru yang menarik perhatian sekolah.
Dalam program tersebut, siswa dan alumni bisa mendapatkan akses informasi resmi, pendampingan, hingga proses pendaftaran yang aman dan transparan untuk bekerja di luar negeri.
Bu Mariyati mengungkapkan bahwa SMKN 3 Samarinda sudah memiliki empat alumni yang bekerja di luar negeri, dan kehadiran mereka memberikan pengaruh positif.
“Mereka sering datang berbagi pengalaman dan memotivasi adik-adiknya. Ini membuat siswa lain jadi lebih percaya diri dan mulai melihat bahwa kerja di luar negeri itu bukan hal yang mustahil,” ucapnya.
Meski sebelumnya kerja sama sekolah baru sebatas program paket wisata untuk melatih siswa di bagian marketing dan tour guide, Bu Mariyati memastikan sekolah sangat terbuka dengan peluang baru.
“Kami sangat tertarik ikut SMK Go Digital. Kalau tidak ada halangan, kami ingin mulai setelah kelas 12 selesai ujian, sekitar tanggal 5-10 Januari,” tuturnya.
Untuk menindaklanjuti ketertarikan tersebut, pihak Warkop Digital akan menentukan sasaran audiensi serta menyiapkan surat izin kegiatan. Sosialisasi rencananya akan mencakup pembahasan peluang kerja luar negeri, mekanisme pendaftaran, hingga edukasi penggunaan teknologi digital untuk proses migrasi kerja yang aman.
Di sisi lain, untuk Tefa, Warkop Digital juga akan membantu memfasilitasi audiensi lanjutan yang dapat memperkuat ekosistem wirausaha siswa di sekolah.
Dengan penguatan Teaching Factory dan peluang kerja internasional melalui SMK Go Digital, SMKN 3 Samarinda berharap dapat mencetak lulusan yang lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Intinya kami ingin siswa punya pengalaman yang nyata, keterampilan yang relevan, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh baik bekerja di dalam maupun luar negeri,” tutup Bu Mariyati.
Dengan berbagai langkah yang sedang ditempuh, SMKN 3 Samarinda semakin memantapkan diri menjadi sekolah vokasi yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan industri.
Wahyuni Febriana