Menpora Pastikan Anggaran dan Fasilitas untuk Kontingen Asian Para Games
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan pemerintah memberikan dukungan penuh berupa fasilitas dan anggaran bagi persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Komitmen tersebut ditegaskan saat meninjau fasilitas pelatihan atlet difabel, di mana ia menyatakan bahwa kebutuhan pembinaan dan pemusatan latihan tetap menjadi prioritas meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran di sejumlah sektor. Pemerintah juga mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan persiapan berjalan optimal demi meraih prestasi terbaik di ajang olahraga para-Asia tersebut.
Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan fasilitas dan anggaran penuh bagi kontingen Indonesia menjelang Asian Para Games 2026. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat persiapan atlet difabel menuju pesta olahraga para-Asia tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat melakukan kunjungan kerja ke Paralympic Training Center Indonesia di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada pertengahan Februari 2026. Ia menyampaikan apresiasi atas fasilitas pelatihan yang dimiliki Indonesia saat ini dan memastikan pemerintah akan menyediakan anggaran yang dibutuhkan untuk persiapan Asian Para Games, meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor.
“Saya melihat secara langsung fasilitas yang ada di sini sangat luar biasa. Ini bahkan menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara,” kata Erick Thohir, sekaligus memastikan bahwa kebutuhan dana untuk persiapan kontingen para-atlet Indonesia tetap menjadi prioritas.
Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Nagoya, Jepang, dan menjadi salah satu target besar Indonesia di pentas olahraga regional/Asia berikutnya setelah sukses di ASEAN Para Games 2025. Sebelumnya, kontingen Indonesia sukses meraih prestasi membanggakan dalam ajang ASEAN Para Games 2025, dengan pencapaian yang mendorong semangat untuk tampil lebih baik di level Asia.
Fokus Persiapan Atlet Difabel
Selain memastikan anggaran, Erick juga meminta para atlet difabel untuk kembali fokus dan intensif menjalani latihan agar hasil terbaik dapat diraih di Asian Para Games. Menpora menyebut para atlet ini merupakan “duta bangsa terbaik” yang harus dipersiapkan secara matang.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga telah menginstruksikan agar rangkaian konsolidasi, evaluasi, dan latihan terus dipacu bersama berbagai pihak termasuk pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga pihak pemerintah pusat. Hal ini penting mengingat karakter kompetisi Asian Para Games yang semakin kuat setiap edisinya.
Komitmen Infrastruktur dan Pembinaan Jangka Panjang
Menpora Erick Thohir tidak hanya menekankan dukungan anggaran untuk satu ajang saja, tetapi juga memperkuat fasilitas latihan sebagai langkah strategis untuk pembinaan jangka panjang. Beberapa waktu lalu, pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas latihan yang digadang menjadi salah satu terbaik di kawasan ASEAN demi menciptakan ekosistem olahraga yang kokoh dan berkelanjutan.
Hal ini dianggap penting karena fasilitas latihan yang memadai merupakan fondasi penting dalam membangun prestasi atlet yang mampu bersaing di level internasional. Dukungan tersebut diberikan dengan tujuan agar prestasi Indonesia tidak hanya kuat di level Asia Tenggara tetapi juga mampu menembus prestasi global.
Sinergi dengan Pemerintah dan Lembaga Olahraga
Erick juga menekankan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), National Paralympic Committee (NPC), dan cabang olahraga dalam persiapan menuju Asian Para Games. Dalam berbagai pertemuan koordinasi, seluruh pihak diminta duduk bersama untuk menyusun strategi, target medali, serta kebutuhan pendanaan yang realistis menjelang kompetisi tersebut.
Program ini sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia yang menempatkan olahraga sebagai salah satu cerminan kekuatan bangsa serta alat diplomasi budaya yang strategis. Dukungan pemerintah terhadap atlet difabel juga menunjukkan komitmen inklusivitas dan pembinaan olahraga secara menyeluruh di Indonesia.
Dengan bekal fasilitas yang memadai, persiapan anggaran yang kuat, serta dukungan lintas lembaga, Indonesia diproyeksikan tampil optimal di ajang Asian Para Games 2026. Target yang diusung tidak hanya sekadar partisipasi, tetapi juga mengejar prestasi tertinggi yang menunjukkan kualitas pembinaan atlet difabel Indonesia di kancah internasional.
Sumber:
-
Kompas.com
-
Mureks.co.id
-
MetroTVNews.com
Tifanny Maulidya Hanafi