Sistem My Pertamina Sulitkan Warga Beli BBM

Sistem My Pertamina Sulitkan Warga Beli BBM

 

Guetilang.com

Bengkulu_Sesalkan sistem Pertamina yang amburadul, konsumen tidak dilayani beli BBM, seperti halnya salah seorang warga Kota Bengkulu, Arman Suri menyesalkan terkait sistem yang diberlakukan oleh Pertamina di SPBU saat pengisian BBM, bahkan warga ini nyaris ribut lantaran dituduh telah melakukan pengisian di SPBU lain, padahal warga ini mengaku telah lima hari tidak mengisi BBM kendaraannya.

 

Arman mengatakan, nyaris ribut di SPBU Kilometer 6,5 kota Bengkulu akibat tidak dilayani untuk membeli BBM.

 

"Tadi sekitar jam 10 saya mulai antrian di SPBU KM 6,5 setelah antri cukup lama hingga pukul 11.05 WIB  untuk BBM jenis pertalite. Ketika menunjukkan STNK kendaraan, kata petugas SPBU tadi pagi mobil dengan plat nomor BD 1712 LA sudah melakukan pengisian BBM di SPBU Curup Kabupaten Rejang Lebong. Padahal sudah dua bulan terakhir mobil saya ini tidak pernah ke Curup, dan pengisian di Curup itu sekitar pukul 09.17 WIB," kata Arman, Jumat (9/9/2022).

 

Arman menjelaskan, padahal dengan estimasi waktu tempuh saja tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mobilnya ada di kabupaten Rejang Lebong tadi pagi.

 

"Setelah itu petugas SPBU mempertemukan saya dengan pimpinan SPBU KM 6,5 bernama Surya Darmawan manager SPBU 2438220 menerangkan mobil BD 1712 LA telah melakukan pengisian BBM di SPBU Curup. Dan dia tidak menyebutkan jenis mobil dengan plat nomor yang disebutkan, mobil saya ini bisa saja sama plat nomor dengan mobil yang ada di Curup tapi beda jenis mobilnya," jelas Arman.

 

Tapi SPBU KM 6,5 kata Arman,  tetap ngotot tidak mau mengisi Pertalite hingga sempat terjadi perdebatan, Namun karena antrian kendaraan di SPBU semakin panjang, akhirnya mengalah dan tidak jadi mengisi BBM.

 

Arman mengungkapkan, sistem pembelian BBM saat ini sangat tidak berpihak pada rakyat. Selain harga BBM yang naik, ditambah lagi sistem pembeliannya mempersulit konsumen.

 

"Sistem pembelian BBM ini mau pakai aplikasi My Pertamina atau secara manual, yang jelas sistemnya  amburadul. Masyarakat kecewa dan saya merasa dirugikan karena selain habis. Waktu menunggu antrian hingga akhirnya tidak terlayani," terang Arman.

 

Hal senada juga dialami warga Kota Bengkulu lainnya, yang menceritakan saat mengisi BBM di SPBU, ketika mencoba untuk scan barcode my pertamina. Ternyata aplikasinya lemot, sementara yang antri di belakangnya masih sangat panjang.

 

"Aplikasinya sering lemot, dan ini jelas menghambat proses pembelian BBM di SPBU sementara yang antri semakin panjang," demikian Iwan.

 

Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Haris Yanuanza menjelaskan, terkait adanya laporan yang terjadi di SPBU kilometer 6,5 kota Bengkulu akan segera ditindak lanjuti, karena aplikasi My Pertamina sedang uji coba.

 

"Akan kita tindak lanjuti kejadian yang terjadi di SPBU KM 6,5 , saat ini memang pertamina masih melakukan uji coba aplikasi," kata Haris, Jumat, (9/9/2022).

 

Haris mengatakan, aplikasi yang digunakan dalam pengisian BBM digunakan pada BBM bersubsidi, agar bisa diketahui berapa kali kendaraan yang menggunakan aplikasi ini telah membeli BBM, bila berulang maka akan dibatasi.

 

"Karena aplikasi ini masih uji coba, bila belum memiliki aplikasi maka pihak SPBU akan mencatat plat nomor pengendara sehingga tercatat di aplikasi kami," jelas Haris.

 

Haris meminta agar masyarakat bisa lebih bersabar dalam menggunakan aplikasi my pertamina karena program ini membantu pemerintah mengontrol penggunaan pembelian bbm bersubsidi.