BPBD Purworejo Tangani Sejumlah Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BPBD Purworejo menangani sejumlah bencana hidrometeorologi akibat angin kencang di beberapa wilayah dan mengimbau warga tetap waspada.
GUETILANG.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menangani sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) hingga pukul 22.50 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo.
Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Wasit Diono, menjelaskan bahwa salah satu kejadian terjadi di Kecamatan Bener. Di Desa Kaliboto, sebuah pohon albasia setinggi sekitar 20 meter dengan diameter sekitar 50 sentimeter tumbang dari akarnya. Pohon tersebut sempat menutup akses jalan desa dan menimpa bibit tanaman kelengkeng milik warga bernama Edi Sarwono.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama warga setempat langsung melakukan penanganan di lokasi. Setelah dilakukan asesmen dan evakuasi, kondisi jalan desa yang sempat tertutup pohon tumbang berhasil dibersihkan sehingga dapat kembali dilalui masyarakat.

Selain itu, BPBD juga mencatat tiga kejadian pohon tumbang di ruas Jalan Nasional Purworejo–Magelang. Salah satu titik sempat menutup akses jalan secara total, sedangkan titik lainnya berupa pohon tumbang dan rumpun bambu yang mengganggu arus lalu lintas. Penanganan dilakukan oleh TRC BPBD bersama kelompok masyarakat (Pokmas) Binamarga hingga seluruh titik berhasil ditangani.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Karangsari, di mana pohon asam tumbang dan menutup jalan utama desa. Hingga laporan terakhir, proses penanganan masih berlangsung dengan melibatkan petugas BPBD dan warga setempat.
Sementara itu, di Desa Bener, angin kencang menyebabkan beberapa rumah warga tertimpa pohon. BPBD telah melakukan asesmen awal terhadap dampak kejadian tersebut, sedangkan penanganan lanjutan direncanakan dilakukan pada hari berikutnya.
Wasit Diono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Warga juga diminta memastikan saluran air berfungsi dengan baik serta melakukan penebangan secara aman terhadap pohon besar yang berpotensi membahayakan.
BPBD Purworejo juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi bencana di lingkungan masing-masing agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Kolaborasi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan warga.