Gedung Parkir Kayutangan Heritage Resmi Beroperasi, Solusi Nyata Penataan Parkir dan Kenyamanan Wisata Kota Malang

Gedung Parkir Kayutangan Heritage resmi beroperasi pada 10 Januari 2026 sebagai solusi penataan parkir dan peningkatan kenyamanan kawasan wisata heritage Kota Malang. Fasilitas parkir terpusat ini bertujuan mengurangi kemacetan, menekan parkir liar, serta mendukung penataan ruang publik yang tertib, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat dan wisatawan.

Gedung Parkir Kayutangan Heritage Resmi Beroperasi, Solusi Nyata Penataan Parkir dan Kenyamanan Wisata Kota Malang
Momen peresmian Gedung Parkir Kayutangan di Kota Malang.
Gedung Parkir Kayutangan Heritage Resmi Beroperasi, Solusi Nyata Penataan Parkir dan Kenyamanan Wisata Kota Malang
Gedung Parkir Kayutangan Heritage Resmi Beroperasi, Solusi Nyata Penataan Parkir dan Kenyamanan Wisata Kota Malang
Gedung Parkir Kayutangan Heritage Resmi Beroperasi, Solusi Nyata Penataan Parkir dan Kenyamanan Wisata Kota Malang

Kepadatan lalu lintas dan parkir kendaraan di tepi jalan selama bertahun-tahun menjadi persoalan klasik di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Kawasan bersejarah yang menjadi pusat aktivitas wisata, kuliner, dan ekonomi kreatif ini kerap dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Kondisi tersebut tidak jarang menimbulkan kemacetan, mengganggu kenyamanan pejalan kaki, serta mengurangi estetika kawasan Heritage. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Malang secara resmi mengoperasikan Gedung Parkir Kayutangan Heritage pada Sabtu, 10 Januari 2026, sebagai langkah strategis menghadirkan sistem parkir terpusat yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

Peresmian gedung parkir dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah bersama Dinas Perhubungan Kota Malang. Lokasinya berada di jantung kawasan Kayutangan Heritage, sehingga mudah diakses oleh pengunjung yang hendak menikmati kawasan wisata tersebut. Sejak hari pertama beroperasi, fasilitas ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Puluhan hingga ratusan kendaraan terlihat memanfaatkan area parkir bertingkat ini, menandakan kebutuhan akan fasilitas parkir yang representatif memang sangat mendesak di pusat kota. Kehadiran gedung parkir ini sekaligus mengurangi praktik parkir sembarangan yang selama ini memenuhi badan jalan dan mempersempit ruang lalu lintas.

Gedung Parkir Kayutangan Heritage dirancang sebagai fasilitas parkir terpusat untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Pengelolaan dilakukan secara terintegrasi oleh Dinas Perhubungan dengan dukungan petugas lapangan yang mengatur arus keluar-masuk kendaraan, menjaga keamanan, serta memberikan edukasi kepada pengguna. Pada tahap awal operasional, pemerintah memberlakukan masa sosialisasi dengan layanan parkir gratis agar masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem baru, memahami alur parkir, serta membangun kebiasaan tertib berlalu lintas. Strategi ini dinilai efektif untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus meminimalkan resistensi terhadap perubahan pola parkir.

Tujuan utama pengoperasian gedung parkir ini tidak hanya sebatas menyediakan tempat parkir, tetapi juga sebagai bagian dari penataan kawasan wisata heritage secara menyeluruh. Dengan terpusatnya parkir kendaraan, ruang jalan dapat difungsikan kembali secara optimal bagi pejalan kaki, transportasi umum, dan aktivitas ekonomi lokal. Kawasan menjadi lebih tertata, bersih, serta ramah bagi wisatawan. Selain itu, keberadaan fasilitas parkir resmi juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui retribusi parkir yang dikelola secara transparan dan akuntabel.

Dari sisi sosial dan ekonomi, dampak positif mulai dirasakan oleh pelaku usaha di sekitar kawasan Kayutangan. Akses yang lebih nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama, sehingga peluang transaksi di sektor kuliner, UMKM, dan jasa wisata meningkat. Lingkungan yang tertib dan aman juga memperkuat citra Kayutangan Heritage sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing dengan kawasan wisata kota lainnya. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan kota yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian nilai sejarah, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pelaksanaan operasional gedung parkir dilakukan secara bertahap dengan evaluasi berkala. Petugas Dishub secara rutin memantau kapasitas parkir, kelancaran arus kendaraan, serta respons masyarakat. Masukan dari pengguna dijadikan bahan perbaikan layanan, baik dari sisi fasilitas, sistem pembayaran, maupun penataan akses keluar-masuk kendaraan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Ke depan, Gedung Parkir Kayutangan Heritage diharapkan menjadi model penataan parkir perkotaan yang dapat diterapkan di kawasan strategis lainnya di Kota Malang. Keberhasilan pengelolaan fasilitas ini bukan hanya diukur dari tingkat keterisian parkir, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kenyamanan publik, berkurangnya kemacetan, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kawasan Heritage tidak hanya menjadi ruang wisata, tetapi juga ruang publik yang tertata dan aman.