BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Jadi Sorotan

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 5 persen dan dinilai masih stabil.

BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Jadi Sorotan

Guetilang.com - Perkembangan ekonomi Indonesia sepanjang minggu ini didominasi oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang resmi menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian pasar internasional.

Bank Indonesia menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dolar AS, konflik geopolitik global, serta tekanan pasar keuangan internasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa langkah kenaikan suku bunga dilakukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia. Konsumsi rumah tangga, investasi, dan sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah juga terus mendorong investasi dan penguatan sektor strategis nasional. Kementerian Keuangan menyatakan kondisi fiskal dan sistem keuangan Indonesia tetap stabil berkat koordinasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, pemerintah membuka penawaran 13 blok minyak dan gas baru pada putaran pertama lelang energi 2026. Langkah ini dilakukan untuk menarik investasi dan meningkatkan produksi energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi global.

Meski menghadapi tekanan global, sejumlah ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan beberapa negara berkembang lainnya. Stabilitas perbankan, konsumsi domestik yang tetap tinggi, dan penguatan investasi dinilai menjadi faktor penting yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.