Sinergi Tanpa Henti: Perangkat Desa dan Warga Bahu Membahu Atasi Dampak Longsor di Desa Umbut Legi, Dusun Taji
Penanganan longsor di Dusun Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, terus dilakukan dengan bantuan alat berat dan kerja bakti warga akibat material besar yang menutup akses jalan utama. Sinergi pemerintah kecamatan, desa, BPBD, dan masyarakat mempercepat pemulihan, meski warga tetap diimbau waspada terhadap potensi longsor susulan.
JABUNG, MALANG – Penanganan material tanah longsor yang menutup akses jalan di Dusun Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, terus dilakukan hingga hari ini. Fokus utama penanganan kini berada pada satu titik krusial yang memerlukan bantuan alat berat akibat volume material yang besar. Dalam proses ini, kolaborasi antara perangkat kecamatan, desa, dan warga menjadi kunci percepatan pemulihan.
Bencana tanah longsor yang menimpa wilayah Dusun Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu, menjadi potret nyata kuatnya sinergitas antara pelayan publik dan masyarakat setempat. Hingga saat ini, proses pembersihan material di titik terdampak masih terus dikebut dengan bantuan alat berat dan kerja bakti massal.
Kronologi dan Dampak
Sumber: Dokumentasi BPBD Kecamatan Jabung
Tanah longsor terjadi menyusul intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang bagian timur sejak beberapa hari terakhir. Kontur wilayah Dusun Taji yang berada di lereng perbukitan membuat struktur tanah menjadi labil, hingga akhirnya menutup jalur utama yang menghubungkan antar-dusun.
Material longsor berupa tanah dan bebatuan sempat memutus mobilitas warga. Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan material mencapai ketinggian satu hingga dua meter di titik-titik tertentu, sehingga mustahil dievakuasi hanya dengan peralatan manual.
Penanganan di lokasi longsor Dusun Taji menjadi ruang kolaborasi nyata di mana Pemerintah Kecamatan Jabung bertindak sebagai koordinator lapangan dan penghubung bantuan teknis, sementara pemerintah desa bergerak cepat memetakan dampak sekaligus memobilisasi warga setempat. Upaya ini diperkuat secara teknis oleh BPBD Kabupaten Malang dan Dinas PU melalui pengerahan alat berat ekskavator untuk mengeruk material utama, yang didukung secara simultan oleh warga sekitar melalui aksi pembersihan manual pada sisi jalan serta saluran drainase guna mencegah risiko banjir susulan.

Edi Darmawan menjelaskan kronologi kejadian
Salah seorang staf Kantor Kecamatan Jabung yang kami temui di Kantor Kecamatan Jabung Dusun gandon Timur, Bapak Edi Darmawan, menjelaskan bahwa pola penanganan dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas. "Alat berat difokuskan pada titik utama yang tertutup total, sementara perangkat desa bersama warga membersihkan sisa material di bahu jalan agar drainase tidak tersumbat yang berisiko memicu longsor susulan," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu.
Ia menambahkan, inti dari penanganan ini adalah sinergi antara pelayan publik (perangkat) dengan masyarakat. Koordinasi dilakukan secara berlapis, mulai dari laporan RT/RW ke desa, hingga diteruskan ke kecamatan untuk permintaan bantuan alat berat ke tingkat kabupaten.
"Kehadiran perangkat di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan meski dalam situasi darurat. Kami memastikan kebutuhan warga, terutama akses transportasi untuk kegiatan ekonomi, dapat segera pulih," tegasnya.
Meski sebagian jalur mulai terbuka, pihak kecamatan mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan rekahan tanah baru di sekitar lereng.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi guna memastikan pembersihan tuntas dan jalur benar-benar aman untuk dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.