KP2MI–KBRI Perkuat Strategi 2026: Perlindungan PMI di Malaysia Makin Komprehensif

KP2MI–KBRI Perkuat Strategi 2026: Perlindungan PMI di Malaysia Makin Komprehensif

Jakarta — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menerima Duta Besar RI untuk Malaysia, Dato Moh Iman Hascarya, dalam pertemuan strategis guna menyepakati langkah konkret pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang tahun 2026.

Pertemuan tersebut menandai penguatan transformasi kelembagaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai wujud komitmen negara menghadirkan perlindungan menyeluruh bagi PMI, mulai dari proses pra-penempatan hingga kepulangan ke tanah air.

Dalam agenda tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya pendekatan perlindungan dari hulu ke hilir, peningkatan kompetensi pekerja menuju sektor middle–high skill, serta percepatan diplomasi pasar kerja di Malaysia.

Langkah Strategis 2026

Sejumlah langkah konkret yang disepakati meliputi:

  • Pendataan nasional PMI di Malaysia untuk memperkuat basis data perlindungan dan respons cepat terhadap permasalahan.

  • Percepatan pembaruan nota kesepahaman (MoU) ketenagakerjaan, termasuk skema khusus wilayah Sabah dan Sarawak.

  • Penguatan shelter perbatasan guna memastikan perlindungan maksimal bagi PMI bermasalah maupun deportan.

  • Penerapan blacklist bagi majikan nakal sebagai langkah tegas melindungi hak dan martabat pekerja migran.

Sinergi antara KP2MI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur menjadi kunci menghadapi tantangan deportasi, menekan jalur penempatan non-prosedural, serta memastikan PMI bekerja secara aman, bermartabat, dan profesional.

Mukhtarudin menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap warganya yang bekerja di luar negeri. Transformasi kelembagaan yang tengah dilakukan menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan tata kelola migrasi kerja yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.

Dengan strategi terpadu ini, pemerintah optimistis pelindungan PMI di Malaysia pada 2026 akan semakin efektif, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih kompetitif dan berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia.