Tragedi Kecelakaan Pesawat ATR 72 di Pegunungan Sulawesi Tengah, 48 Orang Dilaporkan Jadi Korban

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Tengah, saat pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat yang membawa 10 orang tersebut dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di area pegunungan. Seluruh penumpang dan awak dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dengan kondisi medan yang sulit. Penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi, dengan dugaan awal faktor cuaca buruk.

Tragedi Kecelakaan Pesawat ATR 72 di Pegunungan Sulawesi Tengah, 48 Orang Dilaporkan Jadi Korban
Tragedi Kecelakaan Pesawat ATR 72 di Pegunungan Sulawesi Tengah, 48 Orang Dilaporkan Jadi Korban

Sulawesi - Sebuah pesawat jenis ATR 72 mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Senin pagi, sekitar pukul 09.15 WITA. Pesawat tersebut diketahui tengah menjalani penerbangan domestik sebelum akhirnya hilang kontak dengan pihak pengatur lalu lintas udara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat membawa total 48 orang yang terdiri dari 42 penumpang dan 6 awak kabin. Kecelakaan terjadi di area pegunungan yang curam dan tertutup hutan lebat, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban.

Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan bersama aparat terkait segera dikerahkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan hilangnya kontak pesawat. Hingga saat ini, sebagian korban telah berhasil ditemukan, dengan beberapa di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka.

Pihak berwenang menyampaikan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap investigasi. Dugaan awal mengarah pada faktor cuaca buruk yang melanda wilayah Sulawesi Tengah saat penerbangan berlangsung, termasuk kabut tebal dan hujan dengan intensitas tinggi.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.