NCC 2026 Resmi Dibuka, APTIKNAS Dorong Kolaborasi Nasional Perkuat Ketahanan Siber di Era AI
GUETILANG.COM, Jakarta - The 5th National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 resmi dibuka di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 28–29 Oktober 2026. Mengusung tema “Securing Trust and Resilience in the Age of AI-Driven Digital Transformation”, forum ini mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, pakar keamanan siber, dan penyedia teknologi untuk memperkuat kepercayaan digital serta ketahanan siber Indonesia di tengah meningkatnya ancaman digital berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Memasuki penyelenggaraan kelima sejak 2022, NCC 2026 menghadirkan lebih dari 56 pembicara dan menargetkan lebih dari 5.000 pengunjung. Rangkaian kegiatan meliputi konferensi, pameran teknologi, workshop Government dan Financial, workshop CompTIA x Badan Siber Ansor, National Cybersecurity Congress, serta business matching.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Naganaya Indonesia International bersama Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), GP Ansor, dan BUMA, dengan WANTRII sebagai co-host, serta dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
APTIKNAS: Keamanan Siber Fondasi Transformasi Digital
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Ir. Soegiharto Santoso, S.H., (Hoky) menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan keamanan, ketahanan, dan kepercayaan digital.

“Transformasi digital tidak cukup hanya cepat dan canggih, tetapi harus aman, tangguh, dan tepercaya. Keamanan siber merupakan fondasi bagi keberlangsungan bisnis, pelayanan publik, kepercayaan masyarakat, dan kedaulatan bangsa di ruang digital,” ujar Soegiharto dalam sambutannya.
Ia menilai ancaman siber semakin masif dan kompleks, dengan risiko terhadap keamanan data, keberlangsungan bisnis, serta ketahanan nasional. Karena itu, penguatan keamanan siber membutuhkan kolaborasi Hexahelix yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, asosiasi, dan sektor keuangan.

Hoky menyampaikan apresiasi kepada jajaran BSSN, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Ekonomi Kreatif, GP Ansor, BUMA, WANTRII, sponsor, exhibitor, mitra strategis, dan media. Apresiasi khusus diberikan kepada Aditya Adiguna, Direktur Utama PT Naganaya Indonesia International sekaligus pengurus APTIKNAS, beserta tim yang menjadi penggerak NCC sejak 2022.
Menurutnya, NCC bukan sekadar konferensi dan pameran, melainkan ruang untuk mempertemukan gagasan, membangun kepercayaan, dan menghasilkan solusi konkret bagi keamanan digital Indonesia.

APKOMINDO 35 Tahun dan Penguatan Industri Teknologi Nasional
Hoky juga menyoroti perjalanan APKOMINDO yang telah menjadi bagian dari industri komputer dan teknologi informasi Indonesia sejak 1991. Pada 2026, perjalanan tersebut mencapai 35 tahun, seiring penguatan peran APTIKNAS dalam ekosistem industri teknologi nasional.
Saat ini, APTIKNAS memiliki 31 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari Aceh hingga Papua. Jaringan tersebut menjadi modal strategis untuk memperluas literasi teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing industri nasional.
APTIKNAS juga telah berkolaborasi dengan BSSN dalam Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient di delapan kota bersama Mamung, Deputi IV BSSN. Kolaborasi ini diharapkan berlanjut melalui edukasi keamanan siber dan pemanfaatan AI secara aman serta bertanggung jawab.

Dalam aspek regulasi, Hoky menekankan pentingnya pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) untuk memperkuat landasan hukum, kepastian regulasi, koordinasi kelembagaan, dan pembagian tanggung jawab menghadapi ancaman siber.
“Kami berharap pembahasan RUU KKS dapat terus dipercepat sesuai mekanisme legislasi yang berlaku, dengan mengedepankan kepentingan nasional serta memberikan kepastian bagi industri dan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap APTIKNAS, termasuk dalam penyelenggaraan ASOCIO Digital & AI Summit 2026 yang melibatkan 25 ekonomi anggota ASOCIO. Kehadiran Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, selama dua hari berturut-turut menjadi dukungan berarti bagi kegiatan tersebut.

Rangkaian acara turut dihadiri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pada ASOCIO Award Night 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, 6 Oktober 2026. Momentum tersebut memperkuat peluang kolaborasi internasional dan diplomasi industri digital Indonesia.
Selain teknologi dan regulasi, APTIKNAS turut mendorong pengembangan kualitas manusia melalui inisiatif Jatidiri, platform digital yang mengintegrasikan teknologi dengan layanan psikologi profesional untuk mendukung pengenalan potensi dan pengembangan individu maupun organisasi.

Pemerintah, PERURI, dan Industri Tekankan Kepercayaan Digital
Direktur Utama PT Naganaya Indonesia International, Aditya Adiguna, mengatakan NCC semakin dibutuhkan sebagai ruang kolaborasi keamanan siber nasional. “Di era transformasi digital berbasis AI, kepercayaan dan ketahanan hanya bisa dibangun bila pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas duduk bersama. Melalui NCC 2026, kami ingin menghadirkan ruang tersebut agar strategi keamanan siber dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata,” ujarnya.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menekankan peran generasi muda dalam menjaga ruang digital. Keamanan siber bukan hanya urusan teknis, tetapi juga soal melindungi masyarakat. Generasi muda harus turut menjaga ruang digital agar tetap aman, beretika, dan dipercaya,” katanya.

Direktur Teknologi Informasi & Manajemen Risiko PERURI, Farah Fitria Rahmayanti, membawakan tema “Strengthening Peruri’s Role in Implementing Presidential Regulation No. 82 of 2023”.
“Kepercayaan digital menjadi fondasi layanan digital nasional. PERURI berkomitmen mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 melalui layanan yang menjaga keaslian, keamanan, dan keandalan transaksi digital,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya di Indonesia, Wijaya Kusumawardhana, menegaskan pentingnya ruang digital yang aman seiring pemanfaatan AI. Sementara itu, Muhammad Neil El Himam membawakan tema “Strengthening Digital Trust to Advance Indonesia’s Creative Economy”, dengan menekankan bahwa perlindungan karya, data, dan transaksi merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.
Dari sisi keamanan nasional, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (Deputi III) BSSN RI, Sulistyo, membawakan tema “Strengthening National Cyber Resilience in the Era of AI-Driven Transformation”. Ia menekankan pentingnya kesiapan bersama menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Zentara Dorong Keamanan Siber Proaktif
Regal Rauniyar Star, Chief Executive Officer Zentara, menyoroti pergeseran pendekatan keamanan siber dari respons reaktif menuju antisipasi ancaman berbasis intelijen. “Keamanan siber berbasis intelijen, yang didukung analitik berbantuan AI, forensik digital, dan kapabilitas pertahanan yang semakin otomatis, dapat membantu organisasi mengambil keputusan keamanan yang lebih cepat dan tepat,” ungkapnya.
Sebagai sponsor utama NCC 2026, Zentara menampilkan kapabilitas perlindungan ancaman, analitik berbantuan AI, platform intelijen, forensik digital, dan teknologi pertahanan otonom untuk mendukung operasi digital yang lebih tangguh.

Penghargaan dan Komitmen Memperkuat Ekosistem Siber
Opening Ceremony NCC 2026 turut memberikan penghargaan kepada peserta Industrial Cyberdrill Exercise (ICE) 4.0 2026. PERURI dinobatkan sebagai Best Team, sementara para Most Valuable Player (MVP) Red Team dan Blue Team memperoleh apresiasi.
NCC 2026 Appreciation Award juga diberikan kepada enam perusahaan, yaitu Zentara, softScheck, CompTIA, Delinea, embedIT, dan CrowdStrike.

Melalui konferensi, pameran, workshop, kongres, dan business matching, NCC 2026 diharapkan memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong penerapan solusi keamanan siber yang tepat.
Sejalan dengan semangat “Connecting Indonesia’s Cybersecurity Ecosystem”, NCC diharapkan terus berkembang sebagai platform strategis untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang aman, tangguh, berintegritas, dan berdaya saing global.

National Cybersecurity Connect (NCC) merupakan konferensi dan pameran keamanan siber yang mempertemukan pemerintah, pembuat kebijakan, pemimpin industri, akademisi, asosiasi, penyedia teknologi, dan praktisi keamanan siber. Diselenggarakan sejak 2022, NCC memasuki edisi kelima pada 2026 dengan fokus pada penguatan kepercayaan dan ketahanan siber di era transformasi digital berbasis AI.
Sejumlah pengurus dan perwakilan yang tercatat hadir dalam rangkaian kegiatan NCC 2026 antara lain Andi Tanudiredja, Andri Sugondo, Brian Sokhily Lasse, Cepu Supriyanto, Dennis Djohan, Didi (A P) Nurcahya, Fanky Christian, Hartanto Sutardja, Maulis Taufik Kosasih, Miryam Ariadne Sigarlaki, Soetresno Hartanto, Yolanda Roring, Yuliasiane Sulistiyawati, dan Yuliyanti. Turut hadir Luigi Pralangga, Staf Ahli Madya Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP) RI; Dr. Robintan Sulaiman, S.H., M.H., M.A., M.M., Dewan Pakar APTIKNAS dan PERATIN; serta Dr. rer. nat. I Made Wiryana dari AI Center of Excellence, Universitas Gunadarma. (Juenda)
Redaksi