Perkuat Jaringan Koperasi Wanita, Puskopwan Jombang Belajar Tata Kelola ke Kopmen SBW Malang
Puskopwan Jombang studi tiru tata kelola ke Kopmen SBW Malang. Bunda Untari beberkan sistem tanggung renteng kunci omzet Rp100 Miliar dengan 7.421 anggota.
MALANG, guetilang.com Dalam upaya memperkuat jaringan koperasi wanita, Pusat Koperasi Wanita (Puskopwan) Kabupaten Jombang melakukan studi tiru tata kelola kelembagaan ke Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Jawa Timur di Kota Malang.
Kegiatan Berlangsung di Gedung Pertemuan Kopmen SBW, Jalan Raden Intan Kav.108, Blimbing, Kota Malang, pada Kamis (1/10/2026) pukul 09.00–11.00 WIB.
Rombongan Puskopwan Jombang dipimpin Ketua ,Umi Farida didampingi Sekretaris Sriatin beserta jajaran pengurus kelompok. Turut mendampingi perwakilan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini merupakan Program Kerja Puskopwan Jombang Tahun 2026 yang telah ditetapkan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 12 April 2026 dan diperkuat melalui rapat kelompok pada 20 Agustus 2026. Kunjungan ini menindaklanjuti Surat Nomor 15/Puskopwan/IX/2026 dan Surat Balasan Nomor 09/KOPMEN.SBW/SEK/PEND/IX/2026.
Ketua Puskopwan Jombang, Umi Farida, menyampaikan apresiasi dan Terimakasih atas keterbukaan Kopmen SBW Malang dalam berbagi pengalaman. Menurutnya, ada tiga topik utama yang menjadi fokus pembelajaran dalam kunjungan tersebut, yakni tata kelola kelembagaan, kepemimpinan berbasis pemberdayaan perempuan, serta konsistensi penerapan sistem tanggung renteng. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk memperkuat jaringan koperasi wanita di Kabupaten Jombang.
Kunjungan diikuti 50 peserta dan didampingi 6 pengurus dan 1 Pengawas Kopmen SBW Malang, yaitu Ibu Mirna selaku Ketua 1, Ibu Jujun selaku Ketua 2, Ibu Gusti selaku Sekretaris 1, Ibu Decta selaku Sekretaris 2, Ibu Sudi selaku Bendahara 1, Ibu Tri Retno selaku Bendahara 2, dan Ibu Yayuk selaku Pengawas.
Acara diawali dengan 4 sambutan, yakni sambutan dari Ibu Mirna yang membahas profil SBW secara garis besar, sambutan dari Bu Umi Farida yang mengaku kagum dan berharap ilmunya menular, sambutan dari Pak Ali Taufik selaku Wakil Ketua Dekopinda yang memberikan spirit, serta paparan utama dari Ketua Umum Kopmen SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P.
Pesan Bunda Untari: Koperasi Adalah Milik Bersama
Dalam paparannya, Bunda Untari menekankan bahwa memiliki anggota dan disiplin dalam tata kelola kelembagaan menjadi fondasi penting bagi kemandirian koperasi.
“Koperasi adalah milik bersama anggota. Karena itu, anggota bukan sekadar membayar iuran wajib dan pokok, tetapi harus ikut merasa memiliki dan aktif mengembangkan usahanya. Kemajuan koperasi adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Sri Untari.
Ia menjelaskan semangat kebersamaan tersebut diterapkan melalui sistem tanggung renteng yang dipadukan dengan pengawasan internal secara konsisten. Mekanisme itu menjadi salah satu upaya menjaga kedisiplinan anggota sekaligus memperkuat kondisi keuangan koperasi.
“Kami menerapkan sistem tanggung renteng dan pengawasan ketat. Berkat komitmen dan kedisiplinan seluruh anggota ini, koperasi kami mampu terus berkembang sehat hingga membukukan omzet mencapai kisaran Rp100 miliar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bunda Untari menegaskan pemahaman kepemilikan menjadi sangat penting karena jumlah anggota SBW saat ini telah mencapai 7.421 orang. Kesadaran memiliki organisasi atau _sense of belonging_ perlu terus dipupuk.
“Semua anggota adalah pemilik SBW, bukan sekadar nasabah peminjam modal,” tegasnya.
Kedaulatan Anggota dan 4 Aspek Wajib
Bunda Untari menyebut terdapat empat aspek yang wajib dipahami anggota SBW, meliputi penghayatan terhadap filosofi dasar gerakan koperasi, pemahaman terhadap tujuan bersama, pemanfaatan layanan koperasi secara tepat, serta keterlibatan dalam mengawal perjalanan organisasi.
“Kedaulatan anggota tidak hanya ditunjukkan melalui partisipasi permodalan dan pinjaman, tetapi juga melalui peran aktif dalam mengawasi jalannya roda manajemen,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan anggota untuk membangun anggota yang kritis dan memahami hak serta tanggung jawabnya sebagai pemilik koperasi. Anggota perlu memiliki kemampuan untuk mengontrol kinerja pengurus dan pengawas agar tata kelola tetap transparan dan berorientasi pada kepentingan seluruh anggota.
“Semboyan kita jelas: anggota kuat, koperasi sehat; koperasi kuat, rakyat sejahtera. Anggota harus terus diedukasi agar makin kritis, cerdas, serta mampu mengontrol kinerja jajaran pengurus dan pengawas demi kemajuan bersama,” pungkasnya.
Bunda Untari juga menyoroti bahwa koperasi wanita memiliki peran krusial sebagai fondasi kemandirian finansial keluarga. Di tengah tantangan ekonomi yang ditandai fluktuasi inflasi harga kebutuhan pokok dan disrupsi digitalisasi sektor UMKM, pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi pilar utama ketahanan masyarakat. Dialog objektif dengan para penggerak koperasi menjadi langkah esensial untuk mengevaluasi program dan merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran, termasuk strategi adopsi teknologi finansial.
Usai kegiatan studi tiru, dilanjutkan Sesi pemotretan bersama Bunda Untari sang Idola Kaumnya, beserta rombongan Pusko Jombang
..
Setelah itu rombong Puskopwan Jombang melanjutkan kegiatan dengan menikmati wisata di Kota Batu.