Tiga Ikrar Sumpah Pemuda Harus Menjadi Semangat Keadilan Digital Indonesia
Ketua DPD ARIIN Gorontalo: Tiga Ikrar Sumpah Pemuda Harus Menjadi Semangat Keadilan Digital Indonesia
GORONTALO, 28 Oktober 2026 — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk menegaskan kembali makna persatuan bangsa di tengah pesatnya transformasi digital. Tiga ikrar Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, dinilai tetap relevan sebagai landasan membangun kedaulatan internet dan keadilan digital di Indonesia.
Bahrun Usman, Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Reseller Internet Indonesia (DPD ARIIN) Gorontalo, menyoroti pentingnya menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam upaya memperluas akses internet, memperkuat ekosistem usaha digital, dan memastikan masyarakat memperoleh kesempatan yang lebih setara dalam memanfaatkan teknologi.
Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah persatuan Indonesia. Semangat para pemuda kala itu menyatukan keberagaman dalam satu cita-cita kebangsaan. Di era digital, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui konektivitas yang menghubungkan masyarakat, teknologi yang memperkuat persatuan, serta akses informasi yang semakin terbuka.
Satu Tanah Air: Mendorong Pemerataan Akses Internet
Ikrar satu tanah air, Tanah Air Indonesia, memiliki relevansi kuat dengan tantangan pemerataan konektivitas nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi kondisi geografis dan infrastruktur yang beragam, sehingga ketersediaan dan kualitas akses internet belum tentu sama di setiap wilayah.
Internet kini menjadi kebutuhan penting bagi pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, dan pengembangan usaha. Oleh karena itu, perluasan konektivitas yang terjangkau dan berkualitas menjadi salah satu langkah untuk memperkecil kesenjangan digital.
Dalam konteks ARIIN, konektivitas digital berpotensi mendukung pemasaran produk UMKM, memperluas akses pengetahuan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat di berbagai daerah.
Semangat satu tanah air di era digital berarti memastikan bahwa letak geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan berkembang melalui teknologi.
Satu Bangsa: Membangun Ekosistem Digital yang Berkeadilan
Ikrar satu bangsa, Bangsa Indonesia, menegaskan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Dalam pembangunan digital, nilai ini dapat diterapkan melalui kolaborasi antar pelaku industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Reseller internet merupakan bagian dari ekosistem distribusi layanan konektivitas yang berpotensi mendekatkan akses internet kepada pelanggan di tingkat lokal. Keberadaan mereka perlu berjalan seiring dengan upaya membangun iklim usaha yang sehat, kemitraan yang adil, kepastian regulasi, serta perlindungan konsumen.
Keadilan digital tidak hanya berkaitan dengan siapa yang dapat mengakses internet, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat dan pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi digital.
Semangat satu bangsa, dengan demikian, dapat diwujudkan melalui pembangunan ekosistem internet yang memberikan ruang bagi berbagai pihak untuk tumbuh dan berkontribusi bagi kepentingan bersama.
Satu Bahasa Persatuan: Memperkuat Literasi dan Identitas Digital
Ikrar ketiga, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, juga memiliki makna penting dalam perkembangan teknologi digital.
Bahasa Indonesia menjadi sarana untuk memperluas penyebaran pengetahuan, meningkatkan literasi digital, dan memudahkan masyarakat dari berbagai daerah memperoleh informasi. Melalui internet, konten pendidikan, informasi publik, dan pengetahuan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Di sisi lain, digitalisasi juga membuka peluang untuk mendokumentasikan bahasa daerah, memperkenalkan budaya lokal, dan menjaga kekayaan identitas Nusantara agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Semangat satu bahasa persatuan di era digital bukan berarti menghilangkan keberagaman bahasa daerah, melainkan memperkuat Bahasa Indonesia sebagai penghubung bangsa sekaligus memanfaatkan teknologi untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
Kedaulatan Internet untuk Kepentingan Masyarakat
Ketiga ikrar Sumpah Pemuda tersebut memperlihatkan bahwa persatuan di era digital perlu diwujudkan melalui konektivitas yang merata, kesempatan ekonomi yang adil, dan ruang informasi yang mendukung kemajuan bangsa.
Kedaulatan internet menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi bagi kepentingan nasional. Sementara itu, keadilan digital menuntut perhatian terhadap keterjangkauan layanan, kualitas jaringan, literasi digital, perlindungan konsumen, dan keberlanjutan pelaku usaha.
Kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara jaringan, reseller internet, asosiasi industri, dunia pendidikan, dan masyarakat menjadi penting untuk mendukung ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Peringatan Sumpah Pemuda pun dapat menjadi momentum untuk mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi dan penggerak ekonomi digital di daerah.
Tiga Ikrar, Satu Semangat Digital Indonesia
Semangat Sumpah Pemuda perlu terus dihidupkan melalui tindakan nyata dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam konteks digitalisasi, satu tanah air berarti memperluas keterhubungan antardaerah, satu bangsa berarti membangun ekosistem digital yang adil, dan satu bahasa persatuan berarti memperkuat komunikasi serta pengetahuan tanpa meninggalkan keberagaman budaya.
Pembangunan internet pada akhirnya bukan semata-mata tentang teknologi dan jaringan, melainkan tentang bagaimana konektivitas membuka kesempatan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Satu Tanah Air, konektivitas untuk seluruh negeri. Satu Bangsa, keadilan digital bagi masyarakat. Satu Bahasa Persatuan, pengetahuan yang menghubungkan Indonesia.