Bangkit dari Bencana, Sekolah-sekolah di Sumatra Kembali Dibuka, 95 Persen Sekolah di Sumut Beroperasi Mulai 5 Januari

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memastikan keberlanjutan pendidikan dengan memulai kembali kegiatan belajar mengajar di hampir seluruh sekolah. Sebanyak 95 persen sekolah dinyatakan siap beroperasi pascabencana, dengan penerapan pembelajaran tatap muka dan metode adaptif guna menjamin keselamatan serta hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.

Bangkit dari Bencana, Sekolah-sekolah di Sumatra Kembali Dibuka, 95 Persen Sekolah di Sumut Beroperasi Mulai 5 Januari
Bangkit dari Bencana, Sekolah-sekolah di Sumatra Kembali Dibuka, 95 Persen Sekolah di Sumut Beroperasi Mulai 5 Januari
Bangkit dari Bencana, Sekolah-sekolah di Sumatra Kembali Dibuka, 95 Persen Sekolah di Sumut Beroperasi Mulai 5 Januari
Bangkit dari Bencana, Sekolah-sekolah di Sumatra Kembali Dibuka, 95 Persen Sekolah di Sumut Beroperasi Mulai 5 Januari

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Provinsi Sumatra Utara resmi kembali dilaksanakan mulai hari ini setelah sebelumnya sempat terganggu akibat bencana alam di sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memastikan bahwa sekitar 95 persen sekolah telah siap beroperasi dan kembali menerima peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, baik secara tatap muka maupun dengan sistem penyesuaian tertentu.

Kesiapan ini mencakup sekolah-sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekolah, keselamatan lingkungan sekitar, serta kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik. Sekolah yang telah dinyatakan aman kembali menjalankan aktivitas belajar secara normal, sementara sekolah yang masih terdampak bencana menerapkan pola pembelajaran alternatif.

Beberapa wilayah di Sumatra Utara sebelumnya mengalami dampak banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan aktivitas pendidikan terhenti sementara. Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah bersama dinas pendidikan setempat melakukan pendataan, pengecekan infrastruktur, serta pembersihan area sekolah agar proses belajar dapat kembali berjalan.

Sekolah-sekolah yang masih berada di wilayah rawan atau mengalami kerusakan ringan hingga sedang diarahkan untuk menyesuaikan metode pembelajaran, termasuk pengaturan jadwal, pemanfaatan ruang belajar alternatif, dan penggabungan kelas jika diperlukan. Langkah ini dilakukan agar peserta didik tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar ini, pemerintah berharap proses pendidikan di Sumatra Utara dapat kembali berjalan stabil dan kondusif. Upaya pemulihan akan terus dilakukan hingga seluruh sekolah dapat beroperasi secara penuh. Pemerintah daerah juga mengimbau pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk tetap berkoordinasi dan mengutamakan keselamatan peserta didik dalam setiap aktivitas pembelajaran.