Edukasi Digital Perkuat Perlindungan Anak Perempuan di Bandung
Program edukasi digital di Bandung hadir untuk melindungi anak perempuan dari kekerasan dan eksploitasi di dunia maya melalui literasi digital.
Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan serta komunitas perempuan menghadirkan program edukasi digital yang bertujuan melindungi anak perempuan dari ancaman kekerasan dan eksploitasi di dunia maya.
Program ini ditujukan bagi siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang keamanan digital, cara mengenali risiko di internet, serta langkah-langkah melaporkan kejadian yang merugikan. Tidak hanya itu, orang tua dan guru juga dilibatkan melalui pelatihan khusus agar dapat mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat menyampaikan bahwa kasus kekerasan digital terhadap anak perempuan mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Oleh karena itu, edukasi sejak dini dinilai sebagai langkah pencegahan yang efektif.
“Anak perempuan memiliki kerentanan terhadap perundungan hingga eksploitasi di dunia digital. Dengan literasi digital yang memadai, mereka dapat lebih percaya diri sekaligus melindungi diri,” ujarnya saat peluncuran program.
Kegiatan ini juga mencakup sesi interaktif, seperti simulasi penggunaan media sosial yang aman, diskusi kelompok, serta layanan konseling gratis bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis akibat aktivitas online.
Salah satu siswi kelas 6 SD yang mengikuti program tersebut mengungkapkan rasa antusiasnya. Ia mengaku kini lebih memahami pentingnya menjaga privasi dan tidak mudah mempercayai orang asing di internet.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak perempuan, sekaligus menjadikannya sebagai contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Desi Amelia