Sari Rempah Arjuna Jamu Jeruk inggu , Warisan Jamu Tradisional Keluarga yang Bertahan Sejak 1973

Sari Rempah Arjuna Jamu Jeruk inggu merupakan usaha jamu tradisional warisan keluarga yang telah bertahan sejak tahun 1973 dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Dengan tetap mempertahankan resep turun-temurun, usaha ini terus berinovasi menghadirkan berbagai produk jamu berbahan rempah alami untuk memenuhi kebutuhan konsumen masa kini.

Sari Rempah Arjuna Jamu Jeruk inggu , Warisan Jamu Tradisional Keluarga yang Bertahan Sejak 1973
Kedai Jamu Jeruk Inggu

Malang, Jawa Timur — Sari Rempah Arjuna Jamu Jeruk Inggu merupakan produk jamu tradisional warisan keluarga yang telah bertahan sejak tahun 1973. Usaha jamu ini terus berkembang hingga kini dan menjadi salah satu bentuk pelestarian minuman tradisional berbahan rempah khas Indonesia. Saat ini, pengelolaan usaha telah memasuki generasi ketiga yang mulai mengambil alih sejak tahun 2019.

Pada awal pengelolaannya, generasi penerus belum memiliki keahlian khusus di bidang perjamuan. Namun, usaha ini tetap dilanjutkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga tradisi keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun. Seiring berjalannya waktu, proses pembelajaran dan inovasi terus dilakukan agar usaha tetap bertahan dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Produk utama yang dihasilkan adalah Jamu Jeruk Inggu, yang merupakan resep khas keluarga dan telah dipertahankan selama puluhan tahun. Selain mempertahankan produk unggulan tersebut, pengelola juga melakukan pengembangan produk untuk memperluas pasar. Beberapa inovasi yang dihadirkan antara lain jamu instan jahe merah, kunyit asam,bir peletok, dan jamu temu lawak. Usaha ini juga memproduksi rempah kering seperti wedang uwuh, serta menghadirkan produk terbaru dalam kemasan cup yang lebih praktis.

Dalam proses produksinya, bahan baku jamu sebagian besar diperoleh langsung dari petani lokal guna menjaga kualitas dan kesegaran bahan. Apabila pasokan dari petani tidak mencukupi, bahan baku diperoleh melalui tengkulak atau pihak perantara. Jumlah produksi dilakukan secara fleksibel sesuai dengan permintaan pasar. Pada saat permintaan meningkat, produksi dapat mencapai sekitar 30 liter per hari atau setara dengan 11 kardus, dengan setiap kardus berisi 24 kemasan jamu.

Pemasaran produk dilakukan secara langsung melalui outlet yang dimiliki serta melalui penjualan daring dengan memanfaatkan media komunikasi sederhana seperti WhatsApp. Usaha jamu tradisional ini menjadi penopang utama perekonomian keluarga dan berperan penting sebagai sumber penghasilan utama.

Meskipun terus berkembang, usaha Sari Rempah Arjuna Jamu Jeruk inggu masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam hal pemasaran. Oleh karena itu, penguatan strategi pemasaran menjadi fokus utama ke depan agar produk jamu ini dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Selain itu, pengelola juga berencana menghadirkan varian jamu dengan rasa yang lebih ringan dan aman dikonsumsi oleh anak-anak, sebagai upaya mengenalkan jamu tradisional kepada generasi muda sekaligus melestarikan warisan budaya keluarga.