Perlindungan Anak di Kalimantan Barat Diperkuat dari Tingkat Masyarakat, Kader PATBM Jadi Garda Terdepan
Guetilang.com – Upaya perlindungan terhadap anak di Kalimantan Barat terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan berbasis komunitas dinilai penting karena keluarga dan lingkungan sekitar menjadi ruang pertama bagi anak untuk tumbuh, berkembang, sekaligus mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.
Penguatan perlindungan anak tersebut sejalan dengan dorongan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) agar kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) semakin aktif di tingkat akar rumput. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut kader PATBM dan Relawan SAPA memiliki peran penting dalam mencegah sekaligus merespons kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat.
Dalam dialog bersama kader PATBM dan Relawan SAPA pada 12 Agustus 2026, lebih dari 400 peserta dari berbagai daerah mengikuti pembahasan mengenai pengalaman, praktik baik, serta tantangan perlindungan anak di tingkat masyarakat.
Menurut Kementerian PPPA, keberhasilan perlindungan anak tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Hal yang lebih penting adalah munculnya perubahan di lingkungan masyarakat, mulai dari semakin kuatnya norma antikekerasan, meningkatnya kualitas pengasuhan keluarga, hingga semakin responsifnya masyarakat ketika mengetahui adanya kekerasan terhadap anak.
Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi Kalimantan Barat yang memiliki wilayah luas dengan karakter masyarakat yang beragam. Perlindungan anak membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, sekolah, keluarga, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, serta komunitas di tingkat desa dan kelurahan.
Kader PATBM memiliki posisi strategis karena berada lebih dekat dengan masyarakat. Mereka dapat membantu melakukan edukasi kepada keluarga, mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini, serta mendorong masyarakat agar tidak membiarkan kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungannya.
Pencegahan menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan anak. Edukasi kepada orang tua misalnya, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak, tetapi juga bagaimana membangun pola asuh yang aman dan tidak menggunakan kekerasan.
Anak juga perlu diberikan pengetahuan mengenai hak-haknya serta kemampuan untuk mengenali situasi yang tidak aman. Dengan demikian, anak memiliki keberanian untuk mencari bantuan apabila menghadapi tindakan yang membuat mereka merasa terancam atau tidak nyaman.
Perlindungan juga semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Anak kini memiliki akses yang semakin luas terhadap internet dan media sosial. Di satu sisi, teknologi memberikan manfaat besar bagi pendidikan dan komunikasi, tetapi di sisi lain juga menghadirkan risiko seperti perundungan siber, paparan konten yang tidak sesuai usia, penipuan, hingga bentuk eksploitasi lainnya.
Karena itu, peran orang tua tidak dapat berhenti pada pengawasan aktivitas anak di dunia nyata. Pendampingan juga diperlukan ketika anak menggunakan telepon pintar, media sosial, maupun berbagai platform digital.
Di Kalimantan Barat, penguatan perlindungan anak juga membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga kebijakan perlindungan perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan karakter wilayah masing-masing.
Selain perlindungan anak, pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan keluarga. Perempuan yang memiliki akses terhadap pendidikan, keterampilan, informasi, dan kesempatan ekonomi akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam mendukung kesejahteraan keluarga.
Pada Agustus 2026, Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat juga memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas, digitalisasi usaha, legalitas, hingga akses permodalan.
Ketua TP PKK Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, bukan hanya sebagai ibu dan penggerak sosial, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi keluarga maupun daerah.
Penguatan ekonomi perempuan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas keluarga. Perempuan yang semakin mandiri secara ekonomi dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil keputusan dan meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga.
Pemerintah daerah juga mendorong UMKM perempuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Legalitas usaha, sertifikasi halal, pembayaran digital melalui QRIS, serta pemasaran melalui platform digital menjadi bagian dari upaya agar usaha perempuan dapat berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Upaya perlindungan perempuan dan anak pada akhirnya membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Perlindungan tidak cukup dilakukan ketika sebuah kasus telah terjadi, tetapi harus dimulai dari penguatan keluarga, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lingkungan yang aman.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan tidak ada kekerasan yang dibiarkan menjadi persoalan pribadi. Apabila terdapat dugaan kekerasan terhadap anak atau perempuan, masyarakat diharapkan segera mencari bantuan melalui lembaga layanan yang tersedia agar korban memperoleh pendampingan yang sesuai.
Penguatan PATBM menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan sistem perlindungan kepada masyarakat. Dengan keberadaan kader di tingkat akar rumput, berbagai persoalan yang menyangkut anak diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Ke depan, Kalimantan Barat membutuhkan sistem perlindungan perempuan dan anak yang tidak hanya kuat dari sisi kelembagaan, tetapi juga memiliki dukungan masyarakat. Keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan aparat penegak hukum harus memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Dengan memperkuat pengasuhan, meningkatkan literasi masyarakat, memberdayakan perempuan, serta membangun keberanian masyarakat untuk mencegah dan melaporkan kekerasan, Kalimantan Barat diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih aman bagi anak sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Rahma Brahmana