"Merajut Tradisi, Membangun Kedaulatan": Saat Warga RT 05 RW 15 Tolak Lupa Akar di Era Digital

"Merajut Tradisi, Membangun Kedaulatan": Saat Warga RT 05 RW 15 Tolak Lupa Akar di Era Digital

Guetilang.com - KARANGPLOSO,  – Di tengah kuatnya pengaruh budaya populer dan aktivitas media sosial, warga RT 05 RW 15 Perum GPA, Desa Ngijo, Karangploso, memilih merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan cara yang sarat nilai tradisi. Pada Sabtu malam, 16 Agustus 2026, warga menggelar Malam Tasyakuran HUT RI ke-81 dengan mengangkat kembali nuansa dan kearifan Jawa tempo dulu.

Mengusung tema “Merajut Tradisi, Membangun Kedaulatan”, kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui simbol kebangsaan, tetapi juga melalui upaya menjaga budaya dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Menjawab Tantangan Zaman melalui Tradisi

Acara tersebut dihadiri Ketua RT 05 Rudi Wibrianto, Ketua RW 15 Sumardiyanto, Tokoh RT 05 Ngurah, Ustadz Imam Turmudi, serta seluruh warga RT 05.

Dalam sambutannya, Rudi Wibrianto menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan tradisi sebagai bagian dari mengisi kemerdekaan.

“Kemerdekaan ini kita isi dengan kebersamaan. Kalau kita lupa tradisi, lalu siapa yang akan menjaganya?”

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai ketentuan bernuansa tradisional. Warga mengenakan pakaian tradisional, membawa nasi kotak dengan alas daun dan kotak cokelat empat sekat, serta menikmati berbagai kudapan khas tempo dulu dalam sesi ramah tamah.

Filosofi di Balik Tumpeng

Salah satu momen utama dalam kegiatan tersebut adalah prosesi pemotongan tumpeng. Sejumlah tokoh RT turut mendampingi Ketua RT di atas panggung.

Dalam kesempatan itu, Ngurah menjelaskan filosofi tumpeng yang berbentuk kerucut. Bentuk tersebut dimaknai sebagai simbol harapan agar kehidupan dan kesejahteraan warga terus meningkat, dengan puncaknya berupa ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Imam Turmudi. Suasana semakin meriah dengan penampilan Ibu-ibu Dawis 1 dan 2, penampilan khusus Ibu RT dan Pak RT, serta pembagian doorprize dan hadiah berbagai perlombaan.

Sebelumnya, acara diawali dengan Tarian Nusantara yang dipersiapkan Ibu Nurul bersama adik-adik Karang Taruna. Jalannya acara dipandu oleh Duo MC RT 05, Mbak Sari dan Mbak Nurul. Sementara itu, Bapak Markus bertugas sebagai dirigen saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dengan penuh khidmat.

Merawat Kebersamaan dari Lingkungan Terdekat

Di tengah semakin berkurangnya semangat gotong royong di berbagai lingkungan masyarakat, kegiatan warga RT 05 RW 15 menunjukkan bahwa nilai kebangsaan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Mulai dari membawa makanan bersama, berlatih tarian bersama, hingga mengikuti prosesi pemotongan tumpeng secara bersama-sama, seluruh rangkaian kegiatan menjadi simbol pentingnya kebersamaan.

Ketua Panitia, Fani Maulidin, menegaskan bahwa perayaan HUT RI tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Kami tidak ingin HUT RI hanya jadi seremonial. Tapi jadi momentum merajut kembali yang sempat renggang.”

Melalui perayaan tersebut, warga RT 05 RW 15 ingin menyampaikan pesan bahwa membangun bangsa dapat dimulai dari lingkungan paling dekat. Dengan menjaga kebersamaan, merawat budaya, dan mempertahankan tradisi, semangat kemerdekaan dapat terus hidup di tengah masyarakat.