DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Soegiharto Santoso: Syukur, Doa dan Dukungan Saya Sejak 2025 Berproses
GUETILANG.COM, Jakarta – Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. resmi mendapat persetujuan DPR RI untuk menduduki jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Persetujuan tersebut diberikan setelah Komisi III DPR RI menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto pada Kamis (1/10/2026). Selanjutnya, Rapat Paripurna ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 menyetujui pengangkatan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
Dengan keputusan tersebut, proses pergantian pucuk pimpinan Polri memasuki tahapan penting setelah sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Proses tersebut kemudian ditindaklanjuti DPR melalui mekanisme konstitusional.

Perkembangan ini mendapat perhatian dari Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), yang sejak September 2025 telah secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri.
Kini, setelah nama yang didukungnya tersebut memperoleh persetujuan DPR RI, Soegiharto yang akrab disapa Hoky menyampaikan rasa syukur sekaligus mengingat kembali dukungan yang telah disampaikannya lebih dari satu tahun lalu.
“Saya bersyukur. Apa yang dahulu saya sampaikan pada September 2025, ketika proses pergantian Kapolri masih sebatas dinamika dan pembicaraan publik, hari ini telah sampai pada tahap persetujuan DPR RI. Saya memang mendukung dan mendoakan beliau sejak saat itu. Karena itu, saya tentu bersyukur melihat prosesnya berjalan melalui mekanisme konstitusional,” ujar Hoky.
Dukungan Sejak Jauh Sebelum Proses Resmi
Dukungan Hoky terhadap Suyudi bukan baru disampaikan setelah Presiden mengirimkan Surpres kepada DPR.
Pada 15 September 2025, melalui pemberitaan BISKOM berjudul “Soegiharto Santoso Dukung Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Calon Kapolri”, Soegiharto telah menyampaikan pandangannya mengenai kapasitas Suyudi.
Saat itu, belum terdapat keputusan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Namun, Hoky melihat pengalaman, rekam jejak dan kapasitas Suyudi sebagai salah satu pertimbangan yang membuatnya layak diperhitungkan dalam proses suksesi kepemimpinan Polri.
Kini, lebih dari satu tahun kemudian, proses tersebut telah memasuki tahapan resmi dan DPR RI telah memberikan persetujuan terhadap pengangkatannya.

“Saya bersyukur karena dukungan dan doa yang saya sampaikan sejak 2025 ternyata hari ini sudah sampai pada tahapan yang sangat penting. Tetapi saya tegaskan, sejak awal saya tidak pernah bermaksud mendahului kewenangan Presiden maupun DPR. Saya menghormati sepenuhnya proses konstitusional yang berlaku,” kata Hoky.
Menurutnya, keputusan DPR tersebut merupakan bagian dari mekanisme ketatanegaraan yang harus dihormati.
“Saya mengucapkan selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. Semoga amanah dalam menjalankan tugas besar sebagai Kapolri dan mampu membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat, semakin profesional, modern, transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Rekam Jejak Panjang di Kepolisian
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sespimti pada 2018.
Karier Suyudi banyak ditempa melalui bidang reserse dan penegakan hukum. Ia pernah bertugas di sejumlah posisi operasional dan reserse, termasuk di lingkungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Suyudi kemudian dipercaya sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023–2024 dan Kapolda Banten pada 2024–2025. Pada Agustus 2025, ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kemudian menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi. Sejumlah profil yang terbit pada 1 Oktober 2026 juga mencatat pengalaman Suyudi sebagai Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten sebelum memimpin BNN.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Hoky memberikan dukungan terhadap Suyudi.
“Yang saya lihat bukan hanya pangkat atau jabatan, tetapi pengalaman operasional dan rekam jejak pengabdiannya. Beliau memiliki pengalaman di bidang reserse, pernah menjadi Wakapolda Metro Jaya, kemudian Kapolda Banten, dan dipercaya memimpin BNN. Itu merupakan pengalaman yang relevan untuk memimpin institusi sebesar Polri,” tutur Hoky.

Perhatian Personal di Tengah Kesibukan Menjalankan Tugas
Di balik kesibukannya menjalankan tugas kedinasan, Hoky juga mengingat sisi personal Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang menurutnya menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada mitra serta orang-orang di sekitarnya.
Hoky menuturkan, ketika salah satu mitra di kantor hukumnya, Vincent Suriadinata, S.H., M.H., melangsungkan pernikahan dengan Liana Calista Monica Rorimpandey pada 5 September 2026, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. masih menyempatkan diri memberikan perhatian dengan mengirimkan karangan bunga ucapan “Happy Wedding” kepada Vincent dan Liana.
Bagi Hoky, perhatian tersebut merupakan sebuah bentuk penghargaan personal yang sederhana, tetapi memiliki makna tersendiri.
“Menurut saya, hal-hal kecil seperti itu justru menunjukkan sisi kemanusiaan seseorang. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang begitu besar, beliau masih memperhatikan momen penting dalam kehidupan mitra dan sahabat. Bagi saya, itu merupakan bentuk perhatian yang patut dihargai,” ujar Hoky.

Tidak hanya dari Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., pada kesempatan pernikahan tersebut juga terdapat karangan bunga ucapan dari Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., serta Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.
Hoky menilai perhatian dari para tokoh tersebut menjadi bagian dari hubungan baik dan silaturahmi yang tetap terjaga di tengah kesibukan masing-masing.
“Bagi saya, ini bukan soal karangan bunganya semata. Yang lebih penting adalah perhatian dan silaturahmi. Ketika seseorang masih menyempatkan diri memberikan ucapan dalam momentum penting kehidupan orang lain, menurut saya itu memiliki nilai kemanusiaan yang baik,” katanya.

Pengalaman di BNN dan Pemberantasan Narkotika
Selama memimpin BNN, Suyudi juga menghadapi tantangan besar dalam pemberantasan peredaran narkotika.
BNN melaporkan sejumlah pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar sepanjang 2026. Dalam salah satu keterangannya pada September 2026, Suyudi menyebut BNN bersama aparat penegak hukum lainnya telah mengungkap hampir delapan ton narkotika melalui empat pengungkapan kasus besar dalam kurun dua bulan.
Bagi Hoky, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan keamanan nasional semakin kompleks dan membutuhkan kepemimpinan yang memahami pendekatan konvensional sekaligus perkembangan teknologi.
Tantangan Polri di Era Digital
Sebagai Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO dan Sekretaris Jenderal PERATIN, Hoky juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan kejahatan berbasis teknologi.
Menurutnya, tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan kejahatan konvensional, tetapi juga cyber crime, penipuan digital, kejahatan finansial berbasis teknologi, pencurian data, serta berbagai bentuk kejahatan yang memanfaatkan perkembangan kecerdasan artifisial dan teknologi digital.
“Dunia kejahatan berkembang sangat cepat. Karena itu, Polri juga membutuhkan transformasi digital yang kuat. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, efektivitas penegakan hukum, pengelolaan data, transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Ia menilai pengalaman Suyudi di bidang reserse dan kepemimpinan sejumlah institusi strategis dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Saya Sudah Mendukung dan Mendoakan Sejak 2025”
Dengan telah disetujuinya Suyudi sebagai Kapolri oleh DPR RI, Hoky kembali menegaskan bahwa dukungannya sejak 2025 merupakan bentuk pandangan pribadi yang didasarkan pada rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan, bukan upaya untuk mencampuri kewenangan konstitusional Presiden maupun DPR.
“Saya sudah menyampaikan dukungan dan mendoakan beliau sejak 2025. Hari ini saya bersyukur karena proses tersebut telah sampai pada persetujuan DPR. Bagi saya, yang paling penting sekarang adalah mendoakan agar beliau benar-benar amanah dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya.
Hoky berharap kepemimpinan baru Polri dapat terus memperkuat profesionalisme, integritas, pelayanan publik serta kemampuan institusi dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, termasuk perkembangan teknologi digital.
“Semoga Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan amanah sebagai Kapolri. Semoga Polri semakin dekat dengan rakyat, semakin profesional, semakin modern dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Hoky. (Juenda)
Redaksi