Kasus Dugaan Pelecehan Guru di Samarinda Disorot, Polisi Mulai Penyelidikan

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Samarinda masih tergolong tinggi. Data pemerintah menunjukkan ratusan kasus terjadi setiap tahun, dengan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, hingga seksual.

Kasus Dugaan Pelecehan Guru di Samarinda Disorot, Polisi Mulai Penyelidikan

Samarinda, Kalimantan Timur – Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang oknum guru di salah satu sekolah di Samarinda kembali menjadi sorotan publik. Perkara ini diduga menyasar korban perempuan dan anak, sehingga memicu perhatian serius dari berbagai pihak.

Polresta Samarinda telah menerima laporan resmi terkait dugaan pelecehan tersebut dan kini tengah melakukan proses penyelidikan. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mulai memeriksa korban serta sejumlah saksi guna mengumpulkan bukti awal.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, menyampaikan bahwa sejauh ini baru satu korban yang melapor, namun tidak menutup kemungkinan adanya korban lain. Polisi juga telah mengirimkan surat pemanggilan kepada saksi untuk memperjelas kronologi kejadian.

Di sisi lain, kasus ini juga dikaitkan dengan dugaan child grooming oleh oknum guru yang sama. Sejumlah anggota DPRD dan aktivis perlindungan perempuan dan anak mendesak agar penanganan dilakukan secara serius dan transparan. Mereka menilai kasus ini menyangkut keselamatan peserta didik serta integritas dunia pendidikan.

“Ini bukan perkara kecil karena menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas salah satu anggota DPRD Kaltim dalam pernyataannya.

Sebelumnya, kelompok perlindungan perempuan dan anak juga mengkritik lambannya penanganan kasus serupa yang diduga sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, dengan korban mayoritas merupakan siswi.