Pasar Tradisional Yogyakarta
Pasar tradisonal tidak mati suri
Yogyakarta, 26 Maret 2026 - Di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern dan platform belanja daring, keberadaan pasar tradisional kerap dipandang mulai tergerus. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar tradisional justru tetap hidup dan berkembang, seperti yang terlihat di berbagai pasar di Yogyakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pasar tradisional tidak mati suri setelah melihat langsung aktivitas di Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro 1, Kota Yogyakarta, Selasa. Purbaya menilai kondisi tersebut berbeda dengan pandangan sejumlah pengamat yang sebelumnya menyebut pasar tradisional mengalami mati suri.
Pasar Beringharjo yang hingga kini masih menjadi pusat perdagangan utama di kawasan Malioboro. Sejak pagi hari, ratusan pedagang UMKM menjajakan berbagai produk, mulai dari batik, rempah-rempah, hingga kuliner khas. Ramainya pengunjung, baik wisatawan maupun warga lokal, menjadi bukti bahwa pasar tradisional tetap memiliki daya tarik kuat.
"Kita mau lihat apa betul pasar-pasar tradisional sudah mati, ternyata di sini masih ramai dan omzetnya juga tinggi. Di sini bisa mencapai Rp2 triliun ya. Mudah-mudahan ke depan makin ramai lagi kalau ekonominya kita perbaiki ke depan," kata Purbaya.
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya didampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut meninjau sejumlah lapak pedagang. Ia menilai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Yogyakarta memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi kualitas maupun harga.
Wendys