Waspada Penyakit Menular, Dinkes Perketat Skrining di Babelan dan Wilayah Terdampak Banjir Bekasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiagakan Tim Gerak Cepat di wilayah Babelan dan sekitarnya guna mengantisipasi ledakan penyakit menular pasca-banjir setinggi 2 meter yang merendam pemukiman warga hari ini.
BEKASI, GUETILANG.COM – Curah hujan ekstrem sejak Sabtu lalu mengakibatkan 16 kecamatan di Kabupaten Bekasi "dikepung" banjir hari ini, Minggu (18/1). Melansir laporan dari akun lokal @infobekasi dan @babelanhits, wilayah Babelan dan Cikarang Utara menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai 200 cm di beberapa pemukiman. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan munculnya krisis kesehatan bagi ribuan warga yang terdampak.
Babelan Jadi Titik Fokus Layanan Kesehatan
Mengutip pantauan dari @babelanhits, banjir di Kecamatan Babelan, khususnya di Desa Buni Bakti dan Muara Bakti, telah merendam ribuan rumah warga akibat luapan Kali Rawa Gabus. Minimnya akses air bersih di wilayah ini mulai memicu keluhan kesehatan dari warga, terutama anak-anak yang mulai mengalami demam dan gatal-gatal.
"Kondisi air yang stagnan dan bercampur sampah di area pemukiman padat Babelan sangat berisiko menjadi sarang bakteri. Kami mengimbau warga untuk segera melapor ke posko kesehatan jika mulai merasakan gejala diare atau pusing hebat," tulis salah satu relawan di kolom komentar akun tersebut.
Tim Medis Siaga di Tengah Keterbatasan Akses
Informasi yang dihimpun dari @infobekasi menunjukkan bahwa di wilayah Cikarang Utara, petugas BPBD dan tim medis harus menggunakan perahu karet untuk melakukan evakuasi sekaligus memberikan bantuan obat-obatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pun telah menginstruksikan "Tim Gerak Cepat" untuk siaga di titik-titik pengungsian darurat guna melakukan skrining dini terhadap penyakit Leptospirosis dan ISPA.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa selain ancaman fisik akibat banjir, risiko penularan penyakit saluran pernapasan di lokasi pengungsian yang padat juga meningkat. Warga diminta tetap menggunakan masker meski berada di posko darurat untuk menghindari klaster penyakit baru di tengah bencana.
Imbauan Keselamatan bagi Warga:
Bagi warga Bekasi yang wilayahnya masih tergenang, diharapkan memperhatikan hal-hal berikut guna menjaga kesehatan:
- Hindari Air Banjir secara Langsung: Gunakan pelindung jika harus menembus genangan untuk mencegah bakteri masuk melalui luka kecil.
- Perhatikan Konsumsi Makanan: Pastikan makanan dalam kondisi tertutup rapat agar tidak dihinggapi lalat atau tercemar air banjir.
- Segera ke Posko: Jangan menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala meriang atau mual setelah terpapar air banjir.
Hingga saat ini, komunitas lokal di media sosial terus bergerak aktif membagikan informasi mengenai kebutuhan logistik kesehatan dan titik-titik ambulans siaga untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
Maya Pramai Sella