KUR Penempatan PMI Resmi Diluncurkan, Akses Pembiayaan hingga Rp100 Juta Dibuka

Pemerintah meluncurkan KUR Penempatan PMI 2026 dengan plafon hingga Rp100 juta dan bunga 6 persen untuk membantu pembiayaan calon pekerja migran secara aman dan terjangkau.

KUR Penempatan PMI Resmi Diluncurkan, Akses Pembiayaan hingga Rp100 Juta Dibuka
Foto: Menteri P2MI, Mukhtarudin. Humas P2MI

Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meluncurkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tahun 2026. Program ini dihadirkan sebagai solusi pembiayaan yang lebih aman, mudah diakses, dan terjangkau bagi calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri.

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan biaya yang kerap menjadi hambatan bagi calon PMI, khususnya pada tahap sebelum keberangkatan. Menurutnya, kehadiran KUR ini diharapkan mampu menekan praktik pinjaman informal dengan bunga tinggi yang selama ini membebani pekerja migran.

Dalam skema yang ditawarkan, KUR Penempatan PMI memberikan suku bunga sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga pinjaman komersial yang dapat mencapai 12 persen. Pemerintah juga menetapkan plafon pembiayaan hingga Rp100 juta dengan tenor maksimal tiga tahun. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pelatihan, sertifikasi, pengurusan dokumen, hingga biaya perjalanan ke negara tujuan.

Selain itu, Mukhtarudin juga menyoroti adanya perubahan dalam pengelolaan anggaran program. Sejak akhir Desember 2025, kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah dialihkan dari kementerian yang membidangi UMKM ke Kementerian P2MI. Langkah ini dinilai memperkuat peran kementerian dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran, mulai dari tahap persiapan hingga purna penempatan

Dampak Ekonomi dan Arahan Pemerintah

Mukhtarudin mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 jumlah penempatan PMI mencapai sekitar 296 ribu orang, melampaui target awal sebesar 253 ribu. Peningkatan ini turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama melalui remitansi.

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai remitansi pada tahun 2024 mencapai Rp253 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 14 persen pada 2025 menjadi Rp288 triliun. Dana yang dikirim pekerja migran tersebut dinilai berperan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di daerah serta memperkuat cadangan devisa negara.

Mukhtarudin juga menekankan pentingnya sosialisasi program secara luas. Ia meminta seluruh jajaran kementerian dan lembaga perbankan untuk memastikan informasi terkait KUR dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh calon pekerja migran.

Target Penyaluran dan Dukungan Perbankan

Sementara itu, Direktur Jenderal Penempatan P2MI, Ahnas, menyampaikan bahwa target penyaluran KUR Penempatan PMI pada 2026 ditetapkan sebesar Rp393,5 miliar. Pemerintah berkomitmen memperluas akses pembiayaan, tidak hanya untuk program magang seperti tahun sebelumnya, tetapi juga untuk seluruh calon pekerja migran.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng 17 lembaga keuangan sebagai penyalur, yang terdiri dari bank nasional, bank syariah, serta Bank Pembangunan Daerah. Beberapa di antaranya adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, serta sejumlah BPD dan bank swasta lainnya.

Peluncuran program ini berlangsung di Kantor P2MI, Jakarta Selatan, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, Sekretaris Jenderal P2MI Dwiyono Wibowo, serta perwakilan dari kementerian terkait.