Kerajinan " Batu Marmer " Ala Waras

Kerajinan " Batu Marmer " Ala Waras
Proses Pembuatan Kerajinan Batu Marmer di Desa Kalirejo Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Senin ( 05/09/2022 )

Guetilang.com Pesawaran. Waras mengubah bongkahan batu marmer menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi dan seni tinggi di Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Senin, ( 05/09/2022 )

Desa Kalirejo adalah salah satu dari 19 desa di Kecamatan Negeri Katon, yang terletak disebelah utara Pusat Pemerintahan Kabupaten Pesawaran, tepatnya sekitar 10 km ke arah Kantor Kecamatan Negeri Katon.

Batu marmer merupakan sumber daya alam yang potensial untuk dimanfaatkan, tentunya oleh orang - orang yang kreatif. Waras adalah ahlinya kerajinan batu marmer di Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon. " Saya membuka usaha kerajinan batu marmer ini pada tahun 1997, pada waktu itu dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi beserta Rombongan ", ungkap Waras. 

Dia dibantu oleh empat orang kerabatnya, mereka tinggal didesa yang sama, masing - masing mempunyai tugas dan keahlian berbeda yakni saudara Lasino tugasnya membelah dan memotong batu bongkahan, Pakde Toro dan Atang Suheri tugasnya membubut dan memoles batu sesuai dengan bentuk pesanan, sedangkan saudara Tomo tugasnya spesialis tulis menulis pada media batu marmer. Artinya sudah 25 tahun Waras dan kerabatnya menjalani profesi ini, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari dan pendidikan anak-anaknya. 

Bahan baku batu marmer ini diperolehnya dari pertambangan di daerah Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Untuk mengubah batu putih ini menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi dan seni tinggi, bongkahan batu dibelah dan dipotong kemudian dibubut dan dipoles hingga mengkilap. Batu dipilih yang berserat banyak dan bermotif beragam agar menarik pembeli. 

Terdapat berbagai macam jenis kerajinan dari batu marmer yang disuguhkan, ada meja kursi persegipanjang untuk ruang tamu dan meja bulat untuk ruang makan, asbak rokok, guci, patung, piala, wastafel, nisan dan masih banyak jenis lainnya sesuai pesanan pembeli. 

Penentuan harga bervariasi dilihat dari besar kecilnya, tingkat kesulitan atau kerumitan pesanan yang dibuat, mulai dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Sampai saat ini pemasarannya masih disekitar Pulau Sumatra mulai dari Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Bengkulu, Pekan Baru hingga ujung barat Sumatera. " Awal merintis, saya pernah bantu memasarkan di daerah Padang Ratu Lampung Tengah, kesana membawa sepeda motor, kondisi jalannya rusak, cuaca hujan dan alhamdulillah laku satu buah ", ucap Pakde Toro sambil tertawa.

Untuk pemesanan silahkan datang langsung ke rumahnya di Jalan Raya Branti Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon. Besar harapan kepada dinas terkait untuk turut membantu memasarkan kerajinan miliknya.